MEDIAINDONESIA.ASIA, TANGERANG - Pemerintah Desa (Pemdes) Bojong Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang memberikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di media daring mengenai dugaan penyalahgunaan Bantuan Sosial (Bansos) Kesra yang melibatkan oknum Ketua RT. Langkah ini diambil untuk memastikan informasi yang beredar tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Desa Bojong, Mahmudin, S.Hum dalam keterangannya yang di sampaikan kepada awak media di ruang kerjanya pada Rabu (18/2/2026). Sekdes Mahmudin menegaskan bahwa pihak desa telah bergerak cepat untuk melakukan kroscek internal.
" Kami sudah memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan. Pemerintah Desa berkomitmen penuh bahwa setiap bantuan harus sampai ke tangan penerima manfaat sesuai aturan. Kami tidak akan membiarkan ada celah dalam prosedur distribusi yang dapat merugikan warga," ucap Sekdes Mahmudin.
Senada dengan Sekdes, Kepala Desa Bojong, H. Andi Yana, S.Sos, menekankan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah melalui pendekatan kekeluargaan. Beliau berencana menyelesaikan dinamika ini dengan melibatkan seluruh elemen kemitraan desa.
" Kami akan menyelesaikan kegaduhan ini melalui musyawarah antar warga dengan melibatkan tokoh masyarakat serta institusi kemitraan kami, yaitu Binamas dan Babinsa. Kami ingin memastikan masalah ini selesai dengan kepala dingin," tutur Andi Yana.
Lebih lanjut, Kades Andi Yana mengajak masyarakat untuk memanfaatkan momentum bulan suci ini sebagai ajang mempererat tali silaturahmi.
" Semoga jalan guyub dan Tabayyun (verifikasi) ini bisa meredakan situasi akibat informasi yang belum terverifikasi dengan baik. Harapan kami, dengan hikmah Ramadhan ini, keadaan masyarakat bisa kembali pulih dan tetap rukun. Fokus kami adalah kondisi warga yang guyub ", kata Andi Yana kepada awak media.
Kades pun berterima kasih kepada awak media serta teman teman jurnalis atas masukan yang konstruktif sehingga berharap permasalahan ini segera bisa diselesaikan secara internal.
" Terima kasih atas masukan-masukan dari rekan media dan jurnalis sehingga permasalahan ini segera diselesaikan agar tidak melebar dan menjadi konsumsi publik ", pungkas Andi Yana S.Sos.
Liputan : Soleh
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

