MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, jagat maya dihebohkan oleh aksi sejumlah guru PAUD yang terpaksa menolak kiriman makanan karena keterlambatan distribusi yang dinilai tidak masuk akal.
Makanan baru tiba di lokasi saat sekolah sudah kosong. Berbeda dengan siswa SD/SMP, 4nak-An4k PAUD umumnya sudah kembali ke rumah sebelum tengah hari.
Guru memilih menolak kiriman karena enggan mengambil risiko jika makanan rusak atau basi jika dipaksakan dibagikan ke rumah siswa masing-masing.
Para pendidik menuntut pemerintah dan vendor penyedia untuk lebih memahami ritme sekolah, bukan sekadar menggugurkan kewajiban kirim.
Dampak di Lapangan
Kekecewaan para guru memuncak karena koordinasi yang dianggap satu arah. "Kami tidak ingin program bagus ini jadi sia-sia atau malah jadi sampah karena salah waktu," ungkap seorang kepala sekolah dalam video yang viral tersebut.
Masalah Utama Dampak Solusi yang Diminta
Logistik Terlambat Makanan mubazir/terbuang Distribusi khusus PAUD pagi hari
Kurang Koordinasi Guru merasa terbebani Jadwal kirim yang transparan
Risiko Higienitas Potensi makanan basi Standar operasional (SOP) yang ketat
Laporan Redaksi
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





