Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Warga Bantul Kritik Menu Makan Bergizi Gratis: Mirip Suguhan Rapat RT

Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:35:00 AM WIB Last Updated 2026-02-28T02:35:07Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAWA TENGAH - Seorang warga Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bernama Zainnudin menyentil pelaksanaan program makan bergizi gratis  ( MBG ). Menurutnya, menu MBG yang diberikan kepada peserta didik di Bantul jauh dari kata layak, mirip dengan sajian saat rapat bulanan RT.

Zainnudin membenarkan, komposisi menu MBG yang diterima putrinya di sekolahan, sesuai dengan foto-foto menu MBG yang viral di media sosial.

"Menu MBG jauh dari kata layak, mirip dengan sajian saat rapat bulanan RT. Anak perempuan saya sekolah di SDN di Bangunjiwo yang sejak Senin awal pekan kemarin masuk. Beberapa kali menu yang dibawa pulang hampir sama persis yang ramai di media sosial," kata Zainnudin kepada wartawan, Kamis (27/2/2026).

Selain susu, beberapa menu MBG selama Ramadan terdapat pisang, kacang rebus, ubian-ubian dan roti. Menurutnya menu-menu ini sudah disiapkan sejak pagi.

Informasi yang dirangkum, banyak unggahan foto di media sosial terkait menu kering MBG yang dinilai tidak layak dan bahkan harganya tidak sampai Rp 10 ribu per paket.


Respons BGN Yogyakarta

Kepala Regional Badan Gizi Nasional (BGN) DIY, Gagat Widyatmoko, menyatakan pihaknya telah memantau dan menerima berbagai laporan masyarakat terkait menu MBG berupa menu kering yang diterima siswa di berbagai sekolah. Temuan ini menjadi bahan evaluasi dan monitoring dalam pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui rilis pernyataan tertulis, Kamis (26/2/2026), Gagat pertama-tama mengucapkan terima kasih kepada masyarakat atas atensinya terhadap jalannya program ini.

“Menanggapi respons masyarakat terkait menu kering MBG, kami memandang hal tersebut sebagai perhatian publik yang sangat wajar dan menjadi bahan evaluasi bagi kami,” terangnya.

Gagat menyampaikan bahwa meskipun berbentuk menu kering, sajian tersebut tetap harus memenuhi standar gizi, aman dikonsumsi, dan tidak boleh disusun secara asal. Menurutnya, skema menu kering digunakan pada kondisi tertentu, misalnya penyesuaian operasional di bulan Ramadan atau situasi teknis distribusi.

Ditegaskannya, acuan dan prinsip utama yang harus dipegang SPPG dalam menyediakan menu MBG adalah keamanan pangan, kecukupan gizi, dan kelayakan konsumsi. Selain itu, terdapat catatan untuk mengoptimalkan serapan dari produksi UMKM lokal sekitar, bukan pabrikan atau bentuk makanan Ultra-Processed Food (UPF).

Liputan : Wati

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "