Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Dapur Makan Bergizi Gratis Ponorogo Ditutup: Pemilik Ngaku Cucu Menteri dan Intimidasi Staf

Selasa, 17 Maret 2026 | 6:20:00 PM WIB Last Updated 2026-03-17T10:20:00Z

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang 
MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Demi menekan kepala SPPG, pengawas gizi, hingga pengawasan keuangan, pemilik dapur Makan Bergizi Gratis ( MBG) di Ponorogo Jatim mengaku sebagai cucu Menteri.

Kepala SPPG Ponorogo Kauman Somorto, Rizal Zulfikar Fikri, bersama Kepala SPPG Ponorogo Jambon Krebet, Moch. Syafi'i Misbachul Mufid, menghampiri Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang pada kunjungannya ke Blitar, Jawa Timur, untuk meminta perlindungan karena mengaku ditekan dan diintimidasi pengelola SPPG di bawah Yayasan Bhakti Bhojana Nusantara.

"Dua Kepala SPPG dari Ponorogo ini jauh-jauh datang ke Blitar untuk menemui saya karena minta perlindungan, ternyata selama berbulan-bulan mereka bersama pengawas gizi dan pengawas keuangan selalu ditekan dan diintimidasi sebuah yayasan yang mengaku dimiliki seorang cucu menteri," kata Nanik S Deyang dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (17/3/2026).

Yayasan yang membawahi kedua SPPG itu disinyalir juga telah merekayasa pembelian bahan pangan. Dari anggaran Rp10 ribu per porsi untuk pembelian bahan pangan yang ditetapkan BGN, mereka hanya membelanjakan Rp6.500 per porsi. Akibatnya, kedua kepala SPPG itu kerap harus nombok atau menutup kekurangan belanja dari kantong pribadi agar menu terlihat pantas.

"Mau enggak mau, kami nombok, saya kasihan sama adik-adik siswa penerima manfaat," kata Mufid.


Perbuatan pemilik yayasan yang menaungi dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu, kata Nanik, sungguh tidak manusiawi dan tidak pantas.

Selama ini, kedua Kepala SPPG itu terus ditekan dan ditakut-takut akan didatangkan polisi atau pengacara jika tidak mengikuti kemauan yayasan. Bahkan semua relawan dan sekolah penerima manfaat pun diminta tanda tangan untuk mengusir kedua kepala SPPG itu.

Mendengar keluhan dan pengaduan kedua kepala SPPG yang sampai menangis malam itu, Nanik langsung menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN Brigjen TNI Albertus Dony Dewantoro untuk menginspeksi kedua dapur itu secara langsung.

Nanik sangat marah karena kedua kepala SPPG itu direkrut sebagai perwakilan BGN, tetapi ada upaya yayasan untuk menyingkirkan mereka dengan cara-cara yang keji. Oleh karena itu ia langsung memerintahkan Brigjen Dony untuk menutup dapur itu.

"Hentikan! Kalau perlu selamanya, kalau mereka tidak menunjukkan perbaikan sikap mereka kepada Kepala SPPG, Pengawas Gizi, dan Pengawas Keuangan," ucap Nanik.

Nanik kemudian langsung menelepon menteri yang diklaim memiliki keturunan dari oknum pemilik yayasan. Dengan tegas, menteri itu mengatakan bahwa beliau tidak memiliki cucu bernama X yang memiliki kedua dapur itu, bahkan menegaskan jika ada orang yang mengaku sebagai keluarganya untuk ditutup saja SPPG-nya.

Kondisi Dapur MBG

Sementara di lokasi, tim sidak menemukan kondisi dapur yang kotor, bau, jorok, dan belum memenuhi ketentuan petunjuk teknis maupun SOP (Standar Operasional Prosedur) SPPG, misal lantai dapur yang mengelupas, dinding-dinding dapur yang kotor, keropos dan berjamur, ruang pemorsian yang tidak layak dan tidak ber-AC, tidak ada ruang istirahat, serta penyimpanan seadanya dan tidak terpisah.

Untuk memperbaiki berbagai sarana dan prasarana SPPG, kedua kepala SPPG itu terpaksa juga merogoh kocek mereka karena yayasan yang mengelola kedua SPPG itu maupun pemiliknya tidak mau keluar uang untuk sekadar memperbaiki dapur. Padahal berbagai sarana dan prasarana SPPG sangat buruk.

Saat mencium aroma busuk yang menguar dari kedua dapur itu, Brigjen Dony menegaskan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mereka sangat tidak memadai dan hanya memakai buis beton bersambung yang isinya sudah hampir meluap dan hanya ditutup dengan triplek tipis.

"Dapur-dapur ini sangat tidak layak untuk dilanjutkan," ujar Dony.

Laporan : Mirna

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "