Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Demo di HUT ke-29 Kota Bekasi, Mahasiswa Hadang Mobil Gubernur Jabar Dedi Mulyadi

Selasa, 10 Maret 2026 | 4:23:00 PM WIB Last Updated 2026-03-10T08:23:16Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, KOTA BEKASI - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-29 Kota Bekasi diwarnai aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Kantor DPRD Kota Bekasi, Selasa. Sejumlah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya mencegat mobil Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menghadiri rapat paripurna di kantor DPRD Kota Bekasi. Selasa (10/3/2026). 

Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak Pemerintah Provinsi Jawa Barat turun tangan mengevaluasi kinerja Pemerintah Kota Bekasi, khususnya terkait persoalan banjir yang dinilai tak kunjung terselesaikan setiap tahun.

Mendengar aspirasi mahasiswa, Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM langsung turun dari mobilnya untuk menemui massa aksi dan mendengarkan tuntutan mereka.

Dalam orasinya, Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Rafi Priyanta, menyoroti persoalan klasik banjir yang masih melanda hampir seluruh wilayah di Kota Bekasi.

“Merayakan hari jadi ke-29 tahun, kita masih melihat persoalan klasik yaitu genangan banjir di setiap kecamatan,” teriak Rafi di hadapan Gubernur Jawa Barat.


Rafi juga mengkritik pembangunan dan pengelolaan sistem polder air yang selama ini digadang-gadang menjadi solusi pengendalian banjir di Bekasi. Menurutnya, program tersebut belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami meminta Gubernur Jawa Barat mengevaluasi kebijakan ini karena menggunakan uang rakyat, sementara efektivitasnya belum dirasakan warga Kota Bekasi,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya untuk menampung aspirasi mahasiswa dan melakukan kajian terhadap persoalan banjir yang terjadi di wilayah penyangga ibu kota tersebut.

“Nanti kita akan kaji terlebih dahulu permasalahan apa yang menjadi aspirasi adik-adik sekalian,” ujar Dedi.

Massa aksi tak berhenti disitu, Massa kemudian kembali merangsek masuk ke area Kantor DPRD Kota Bekasi dengan membuka paksa pintu pagar yang dijaga aparat. Situasi sempat memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara massa dan petugas keamanan, meski berhasil diredam sehingga tidak sampai terjadi bentrok besar.

Mahasiswa mendesak DPRD Kota Bekasi agar lebih transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat dalam menjalankan fungsi legislasi serta pengawasan terhadap kebijakan pemerintah daerah, khususnya terkait pembangunan infrastruktur dan program penanganan banjir.

Selain itu, massa aksi juga meminta Polres Metro Bekasi Kota memperkuat penegakan hukum dan meningkatkan upaya pemberantasan kriminalitas di wilayah Bekasi. Namun massa mengaku kecewa karena Kapolres Metro Bekasi Kota tidak menemui mereka untuk mendengarkan langsung aspirasi yang disampaikan dalam aksi tersebut.

Aksi unjuk rasa tersebut menjadi salah satu catatan dalam peringatan HUT ke-29 Kota Bekasi, sekaligus menegaskan masih kuatnya tuntutan masyarakat terhadap perbaikan tata kelola pembangunan, khususnya dalam penanganan banjir yang selama ini menjadi persoalan utama di Kota Bekasi. 

Liputan : Ode

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update