MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menindak tegas peredaran obat keras jenis Tramadol yang belakangan dilaporkan semakin marak dijual bebas di sejumlah wilayah ibu kota.
Ketua Umum FPPJ DKI Jakarta, Endriansyah, menilai kemudahan akses terhadap obat keras tersebut berpotensi menjadi ancaman serius bagi generasi muda di Jakarta.
Menurutnya, penegakan hukum harus menjadi prioritas untuk menghentikan penjualan obat yang seharusnya hanya bisa diperoleh melalui resep dokter.
“Bagi kami simpel saja, kalau memang ada penjualan obat keras seperti Tramadol secara bebas, tangkap saja dan tindak tegas,” kata Endriansyah dalam acara buka puasa dan silaturahmi bersama media di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (16/3/2026).
Ia menilai peredaran obat keras tanpa pengawasan dapat memicu penyalahgunaan di kalangan pemuda dan berpotensi menjadi pintu masuk terhadap masalah narkotika yang lebih luas.
Selain penegakan hukum, FPPJ juga menyoroti peran Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta dalam upaya pencegahan.
Menurut Endriansyah, Kesbangpol perlu lebih aktif melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya penyalahgunaan narkoba maupun obat keras.
“Ke depan peran Kesbangpol harus lebih aktif. Selama ini kami jarang melihat sosialisasi yang intens terkait bahaya narkoba maupun obat keras,” ujarnya.
FPPJ juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat langkah pencegahan melalui kampanye edukasi, pengawasan distribusi obat keras, serta koordinasi dengan aparat penegak hukum agar peredaran obat ilegal dapat ditekan.
Jadi Sorotan Masyarakat
Sementara itu, isu peredaran obat keras juga menjadi sorotan setelah beredar video viral yang memperlihatkan seorang pria melempar petasan ke arah kios di kawasan Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Dalam rekaman tersebut, pria itu terlihat menyalakan petasan dari luar kios sebelum mengarahkannya ke dalam ruko yang etalasenya memajang kosmetik. Beberapa detik kemudian terdengar ledakan.
Tak lama setelah itu, seorang penjaga kios terlihat keluar sambil membawa senjata tajam. Perekam video kemudian mundur dan menjauh dari lokasi kejadian.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @badanperwakilannetizen sekitar 14 jam sebelum aparat kepolisian turun ke lokasi.
Dalam unggahannya, pemilik akun menyebut aksi tersebut dipicu dugaan bahwa kios tersebut menjual obat keras golongan G secara ilegal.
Laporan : Mirna
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




