MEDIAINDONESIA.ASIA, WASHINGTON DC - Kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, menyatakan akan memenuhi kewajibannya dalam menghadapi agresi setelah serangan yang dilakukan Israel dan Ameika Serikat (AS) menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei.
Dalam pernyataan resmi pada Minggu (1/3/2026), kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Khamenei. Ia dilaporkan tewas bersama sejumlah pemimpin Iran lainnya dalam serangan gabungan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) pagi.
Hizbullah menyebut serangan itu sebagai tindakan kriminal.
"Agresi kriminal AS dan Zionis (Israel) yang menargetkan penjaga kami, pemimpin kami, pemimpin umat, Imam Khamenei (semoga jiwanya disucikan), bersama sekelompok pemimpin, pejabat, dan putra-putra tak berdosa rakyat Iran, merupakan puncak dari kejahatan," demikian isi pernyataan tersebut seperti dikutip dari laporan Al Jazeera.
Kelompok itu juga menegaskan komitmennya untuk terus melawan.
"Kami akan memenuhi kewajiban kami dalam menghadapi agresi, dengan keyakinan pada kemenangan, petunjuk, dan dukungan Allah. Betapapun besar pengorbanan, kami tidak akan meninggalkan medan kehormatan dan perlawanan, maupun konfrontasi terhadap tirani AS dan kriminalitas zionis, demi membela tanah kami, martabat kami, dan pilihan independen kami," lanjut pernyataan itu.
Saat berita ini hendak dipublikasikan Israel dilaporkan melancarkan sejumlah serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut, pada Senin dini hari waktu setempat setelah kelompok militan Lebanon, Hizbullah, menembakkan rudal melintasi perbatasan menuju wilayah Israel.
Militer Israel menyatakan bahwa pihaknya berhasil mencegat satu proyektil yang melintasi perbatasan. Sementara itu, beberapa proyektil lainnya dilaporkan jatuh di area terbuka. Dalam keterangan resminya, militer Israel menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa maupun kerusakan yang dilaporkan akibat insiden tersebut.
Insiden ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari satu tahun terakhir Hizbullah mengaku telah melancarkan serangan terhadap Israel.
Peringatan Pemerintah Lebanon
Di tengah situasi yang memanas, Presiden Lebanon Joseph Aoun pada Minggu menegaskan bahwa keputusan perang dan damai sepenuhnya berada di tangan negara Lebanon. Pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan darurat Dewan Pertahanan Tinggi negara tersebut.
Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam sehari sebelumnya juga menyatakan tidak akan menerima siapa pun yang menyeret negara ke dalam petualangan yang mengancam keamanan dan persatuannya.
"Di tengah perkembangan serius yang terjadi di kawasan, saya kembali menyerukan kepada seluruh rakyat Lebanon untuk bertindak dengan kebijaksanaan dan patriotisme, dengan menempatkan kepentingan Lebanon dan rakyatnya di atas pertimbangan lainnya," kata Salam dalam pernyataan yang dikirimkan kepada kantor berita Reuters.
Lebanon sendiri masih berupaya pulih setelah perang selama satu tahun antara Hizbullah dan Israel yang berakhir dengan gencatan senjata pada November 2024. Namun, Israel disebut masih terus melancarkan serangan ke wilayah Lebanon dan mempertahankan sejumlah pos militer di dalam wilayah Lebanon.
Pada Minggu, Hizbullah menggelar acara penghormatan yang dihadiri ribuan pendukungnya di ibu kota Beirut untuk mengenang Khamenei. Dalam acara tersebut, massa meneriakkan slogan "Kematian bagi AS, kematian bagi Israel".
Seorang guru berusia 23 tahun, Zainab al-Moussawi, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa kematian Khamenei merupakan peristiwa yang sangat menyakitkan.
"Ini adalah tragedi," ujarnya. "Rasanya seperti saat gugurnya Sayyed (mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah yang tewas dibunuh Israel pada 2024)."
Selain menggelar pertemuan besar di Beirut, Hizbullah turut menyerukan agar masjid-masjid membacakan Al-Quran serta menyelenggarakan berbagai upacara duka di berbagai wilayah Lebanon yang menjadi basis pengaruh kelompok tersebut untuk memperingati wafatnya Khamenei.
Oleh : Nasir
Admin : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





