Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Kami Mencari Ikan, Bukan Sampah!” Jeritan Nelayan Muaragembong Bekasi Protes Pencemaran

Kamis, 05 Maret 2026 | 2:11:00 PM WIB Last Updated 2026-03-05T06:11:19Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, BEKASI - Di tengah perairan pesisir yang dipenuhi sampah dan air yang menghitam, seorang nelayan berdiri di atas perahu kayunya sambil membentangkan spanduk berisi pesan menohok: “Muara Gembong Bukan Tempat Sampah, Kami Mencari Ikan Bukan Sampah dan Limbah.”

Aksi itu dilakukan Azis Kuncen, Ketua Komunitas Nelayan Pelestari Muaragembong, warga Kampung Muarajaya, Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sebagai bentuk keprihatinan atas kondisi pesisir yang semakin tercemar, Kamis (5/3/2026).

Azis mengatakan, pencemaran di wilayah pesisir Muaragembong sebenarnya sudah berlangsung lama, bahkan sejak awal tahun 2000-an. Namun dalam beberapa tahun terakhir, dampaknya dirasakan semakin parah oleh masyarakat nelayan.

“Limbah industri dan sampah rumah tangga sudah mencemari Muaragembong sejak 2000-an. Akibatnya sampah menumpuk di pesisir, terjadi pendangkalan, air laut berubah menjadi hitam dan berbau. Pohon mangrove banyak yang mengering tertimbun sampah, ikan semakin berkurang bahkan nyaris punah,” ungkap Azis.

Menurutnya, sebagian besar pencemaran yang terjadi diduga berasal dari aliran Saluran Cikarang Bekasi Laut (CBL) yang bermuara ke wilayah pesisir Muaragembong. Selain itu, ia juga menduga limbah dan sampah terbawa dari beberapa aliran sungai lain seperti Kali Ciherang, Sungai Citarum, hingga Saluran Banjir Kanal Timur (BKT).


Kondisi tersebut kini berdampak langsung pada kehidupan para nelayan. Azis mengaku sudah hampir dua bulan terakhir tidak melaut karena hasil tangkapan semakin sulit didapatkan.

“Sering pulang dengan tangan kosong. Padahal dulu perairan Muaragembong ini kaya ikan, udang, kepiting dan hasil laut lainnya. Sekarang semakin susah ditemukan,” katanya.

Situasi ini membuat banyak nelayan di kawasan tersebut mengalami kesulitan ekonomi. Beberapa di antaranya bahkan memilih tidak melaut karena biaya operasional tidak sebanding dengan hasil tangkapan.

Azis bersama para nelayan berharap pemerintah, baik pusat, provinsi maupun pemerintah daerah, dapat segera turun tangan untuk memulihkan kondisi lingkungan pesisir Muaragembong. Menurutnya, solusi yang dibutuhkan bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan penanganan serius terhadap sumber pencemaran.

“Kami tidak butuh bantuan materi. Yang kami butuhkan adalah laut yang bersih agar kami bisa kembali mencari ikan untuk menghidupi keluarga,” tegasnya.

Para nelayan berharap adanya pengawasan ketat terhadap aliran limbah dari hulu sungai serta program pemulihan ekosistem pesisir, termasuk penanganan sampah dan rehabilitasi mangrove. Tanpa langkah nyata, mereka khawatir kerusakan lingkungan di Muaragembong akan semakin parah dan mengancam masa depan masyarakat pesisir. 

Liputan : Ode

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update