MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Aksi sekelompok orang bersenjata tajam (sajam) melakukan konvoi dan blokade jalan di kawasan Flyover Cibeureum, Kota Sukabumi, terekam kamera dashcam kendaraan warga.
Informasi dihimpun, insiden meresahkan itu terjadi pada Selasa malam (17/3/2026). Saksi mata di lokasi, Ahira (35), menceritakan detik-detik mencekam saat dirinya terjebak di tengah kerumunan massa tersebut.
Menurutnya, gerombolan motor itu mulai berkumpul dan mengibarkan bendera tak jauh dari jembatan pertigaan Warung Adang, Jalan RH Didi Sukardi, sebelum akhirnya menutup akses jalan.
"Mulai ngumpulnya itu sekitar 50 meter dari belokan. Setelah ngumpul, ya mulai konvoi, teriak-teriak, mulai buka bendera. Terus ada yang sudah mulai bawa sajam di situ," ungkap Ahira, dikonfirmasi Kamis (19/3/2026).
Ketakutan warga semakin memuncak saat para pelaku mulai melakukan aksi provokatif dengan senjata tajam mereka. Aksi tersebut bahkan terekam jelas oleh kamera pemantau (dashcam) milik kendaraan Ahira.
"Sajam yang kelihatan banget itu dipercikin ke aspal, jadi ada percikan api. Di situ saya sudah mulai wah, ini enggak benar. Mobil-mobil di belakang saya juga sudah mulai risih dan jaga jarak," tambahnya.
Bikin Pengguna Jalan Geram
Selama kurang lebih lima menit, kelompok tersebut menguasai jalan dan melakukan blokade jalan Flyover Cibeureum.
Ahira yang sedang membawa anak dan istrinya mengaku nyaris mengambil tindakan tegas karena geram melihat akses publik dikuasai secara sepihak.
"Jujur ya, ingin saya tabrak sebetulnya karena mobil saya juga off-road. Cuma saya ingat di dalam mobil ada anak istri, pasti mereka panik. Saya cuma riting-riting (lampu isyarat) saja terus, sampai akhirnya mereka bubar," tegasnya.
Hingga saat ini, warga mendesak polisi untuk meningkatkan patroli malam dan memasang CCTV di titik-titik rawan seperti Overpass Cibeureum. Warga khawatir jika tidak ada tindakan tegas, aksi serupa akan memicu bentrokan atau penyerangan terhadap pengendara yang melintas.
Laporan : Suryana
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




