Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Perluas Pendidikan Inklusif 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 11:50:00 AM WIB Last Updated 2026-03-24T03:55:28Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, memastikan adanya penguatan dan perluasan akses pendidikan inklusif di 2026.

Menurutnya, pendidikan adalah hak setiap anak bangsa tanpa terkecuali. Negara memiliki tanggung jawab memastikan anak-anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang setara dan berkualitas.

“Semua anak Indonesia, apapun keadaannya, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan layanan pendidikan. Karena itu, kami berkomitmen memperkuat pendidikan inklusi agar anak-anak berkebutuhan khusus dapat belajar bersama dengan anak lainnya,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Sabtu, 14 Maret 2026.


Selain memperkuat praktik pendidikan inklusif di sekolah reguler, pemerintah juga akan menambah sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB) di beberapa daerah yang masih membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Kemendikdasmen segera memperkuat kapasitas sekolah melalui program pelatihan guru pendamping bagi siswa penyandang disabilitas. Sehingga, semakin banyak sekolah yang mampu memberikan layanan pendidikan inklusif secara optimal.

“Tantangan pendidikan inklusi bukan hanya pada fasilitas, tetapi juga pada kesiapan guru dan lingkungan sekolah. Karena itu pada 2026, kami akan mulai melatih lebih banyak guru pendamping agar sekolah-sekolah mampu memberikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.

Menurutnya , penguatan pendidikan inklusif tidak hanya soal kebijakan pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih terbuka dan menghargai keberagaman.

“Kita ingin membangun masyarakat yang tidak membuat sekat antara mereka yang berkebutuhan khusus dengan yang lainnya. Semua anak Indonesia memiliki potensi untuk menjadi anak-anak hebat jika mereka mendapatkan kesempatan pendidikan yang berkualitas,” tambah Abdul Mu’ti.

Peluncuran Program PijatMu

Janji penguatan pendidikan inklusif pada 2026 disampaikan Abdul Mu’ti di hadapan 1.600 anak dan individu dari komunitas disabilitas di Masjid Baitut Tholibin Kemendikdasmen.

Dalam kesempatan yang sama, Mendikdasmen turut meluncurkan komunitas PijatMu. Sebuah inisiatif Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menghimpun para terapis pijat disabilitas netra di lingkungan Muhammadiyah.

Program ini bertujuan memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas, serta mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pengembangan keterampilan dan perluasan akses layanan kesehatan alternatif bagi masyarakat. Selain itu, diperkenalkan pula program mudik gratis bagi penyandang disabilitas yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan Ceria, dengan penyediaan layanan transportasi bagi peserta yang akan pulang ke kampung halaman. Kemendikdasmen juga memberikan bantuan berupa paket sembako, perlengkapan ibadah, baju koko untuk anak-anak, serta Al-Qur’an Braille guna mendukung difabel dalam mengakses firman Allah.

Laporan : Mirna

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "