MEDIAINDONESIA.ASIA, JATENG - Perjalanan tak biasa dialami seorang bocah perempuan bernama Sila, warga Desa Jamus, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak. Bocah berusia 7 tahun ini ditemukan tersesat sejauh kurang lebih 22 kilometer dari rumahnya dan berhenti di perempatan Daplang, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan.
Perjalanan panjang Sila bermula saat sejumlah warga melihat seorang bocah perempuan mondar-mandir mengendarai sepeda di tepi Jalan Raya Semarang-Purwodadi, tepat di kawasan perempatan Daplang, Gubug, Grobogan. Tingkah laku bocah itu menarik perhatian karena tampak kebingungan dan tidak didampingi orang tuanya.
Warga setempat kemudian berinisiatif mendekati dan menanyakan identitas serta tujuan anak tersebut. Namun, tak seorang pun mengenali Sila maupun keluarganya. Kondisi itu membuat warga khawatir akan keselamatannya.
Lantaran tak menemukan titik terang, warga segera menghubungi petugas Pos Pengamanan Operasi Ketupat Candi (OKC) 2026 Polres Grobogan yang berada di wilayah Gubug. Petugas yang dipimpin oleh Kapospam Ipda Moh. Sodiq pun langsung datang untuk mengamankan dan memberikan perlindungan kepada bocah tersebut.
Setelah berada di pos pengamanan, petugas mencoba berkomunikasi secara perlahan dengan Sila. Dari keterangan yang berhasil dihimpun, diketahui bahwa ia berangkat dari rumahnya sejak pagi hari dengan mengendarai sepeda.
Sila mengaku ingin menyusul orang tuanya yang bekerja di salah satu bengkel sepeda motor di wilayah Gubug. Tanpa didampingi orang dewasa, ia nekat menempuh perjalanan jauh seorang diri. Bahkan, jalur yang dilalui merupakan jalur padat kendaraan dengan dominasi kendaraan besar dan truk.
“Adik ini bilang berangkat pagi dari rumah, mau nyusul orang tuanya yang kerja di bengkel di Gubug,” kata Ipda Moh. Sodiq, Rabu (18/3/2026).
Perjalanan sejauh puluhan kilometer tersebut diduga ditempuh Sila dengan mengikuti jalur utama tanpa memahami arah secara pasti. Hal itu menyebabkan ia tersasar hingga di lokasi ia ditemukan linglung.
“Kemudian kami mengambil langkah cepat dengan menyebarkan informasi penemuan anak tersebut melalui berbagai saluran komunikasi, termasuk grup WhatsApp,” imbuh Kapospam OKC 2026 Polres Grobogan tersebut.
Upaya Membuahkan Hasil
Upaya tersebut membuahkan hasil. Setelah beberapa waktu kemudian, informasi itu sampai kepada pihak keluarga. Orang tua Sila akhirnya mengetahui keberadaan anaknya di Pos Pengamanan OKC Gubug dan bergegas menjemputnya. Pertemuan keduanya berlangsung haru dan penuh rasa syukur.
“Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang masih di bawah umur. Anak-anak sangat rentan terhadap risiko apabila berada di luar rumah tanpa pendampingan orang dewasa. Peran orang tua sangat penting dalam memastikan keselamatan anak. Jangan sampai anak bepergian jauh tanpa pengawasan,” tegas Ipda Sodiq yang sebelumnya sempat membawa Sila belanja makanan ringan di salah satu minimarket.
Sementara itu, ayah Sila, Budi, mengaku sempat panik ketika menyadari anaknya tidak berada di rumah. Ia bahkan telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mranggen Polres Demak pada sore hari.
“Saya sudah sempat melapor ke Polsek Mranggen karena anak saya tidak pulang sejak pagi. Alhamdulillah, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Budi.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu menemukan dan menjaga keselamatan anaknya, terutama personel pos pengamanan lebaran di Gubug.
“Saya sangat berterima kasih kepada petugas Pospam Polres Grobogan dan warga yang sudah peduli dan membantu menjaga anak saya,” tambahnya.
Laporan : Wati
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




