Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Prabowo Kumpulkan Tokoh Bangsa di Istana, Siap Jadi Mediator Konflik Iran-AS

Rabu, 04 Maret 2026 | 9:34:00 AM WIB Last Updated 2026-03-04T01:34:58Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto telah mengundang para Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terdahulu, mantan menteri luar negeri, serta para ketua umum partai politik untuk menghadiri pertemuan di Istana Jakarta pada Selasa, 3 Maret 2026.

Salah satu agenda besarnya adalah membahas kondisi geopolitik di Timur Tengah akibat serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran beberapa hari lalu.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pun menegaskan, pemerintah Indonesia siap mengambil peran lebih dalam situasi di Timur Tengah, salah satunya menjadi mediator.

"Kami juga menyampaikan keinginan dari Bapak Presiden untuk menjadi mediator dalam upaya mendinginkan dan menurunkan eskalasi di wilayah tersebut. Dan ini merupakan pandangan-pandangan yang juga beliau terima," kata dia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.

Sugiono mengungkapkan, tawaran untuk menjadi penengah ini merupakan bentuk nyata dari posisi Indonesia sebagai negara yang ingin menjadi jembatan bagi berbagai perbedaan di kancah Internasional. Namun, peran inisial tetap bergantung pada kesediaan negara-negara yang sedang bertikai.

"Ya, seperti yang disampaikan bahwa jika kedua belah pihak berkeinginan ya Bapak Presiden bersedia untuk menjadi mediator. Tetapi kalau misalnya ada pandangan seperti itu ya kita kembalikan kepada mereka," ungkap Sekretaris Jenderal Gerindra ini.


Sementara, Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Hassan Wirajuda mengungkapkan Prabowo juga memberikan penjelasan bagaimana sulitnya posisi Indonesia saat ini yang harus menghadapi pusaran konflik global. Sebab, eskalasi konflik di Timur Tengah tak hanya berdampak pada keamanan dan perdamaian saja, namun juga ekonomi.

"Karena itu didiskusikan tentang implikasinya ini terhadap keseluruhan masalah keamanan dan perdamaian dunia, tapi juga potensi efek dari perang ini terhadap ekonomi dunia, khususnya yang menyangkut supply oil, minyak, dan gas," jelasnya.

"Nah, kita berhitung semua, apa efeknya terhadap kita gitu, dari sisi itu saja. Tapi juga dari sisi kalkulasi berapa lama perang ini akan berlangsung," imbuh Hassan.

Hassan menuturkan Prabowo menilai masalah tersebut harus dikomunikasikan dan diskusikan dengan para tokoh bangsa. Dalam pertemuan itu, Prabowo juga saling bertukar pandangan dengan tokoh bangsa terkait kondisi geopolitik.

"Karena itu Presiden menganggap penting untuk mengomunikasikan permasalahan-permasalahan dihadapi oleh pemerintah, dihadapi oleh Presiden kepada kita yang diminta datang pada malam hari ini. Dan Presiden sangat terbuka untuk dalam menanggapi usul-usul pemikiran dari para peserta," tutur dia.

Oleh : Mintra

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update