Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Wafat, Jusuf Kalla dan Tokoh Bangsa Beri Penghormatan Terakhir

Senin, 02 Maret 2026 | 6:02:00 PM WIB Last Updated 2026-03-02T10:03:35Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Wakil Presiden ke-6 RI,Tri Sutrisno. Dia menyebut almarhum sosok yang amat berjasa bagi bangsa.

“Pertama tentunya innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kita berduka atas berpulangnya ke Rahmatullah, Bapak Jenderal Purnawirawan Try Sutrisno,” kata JK di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakpus, Senin (2/3/2026).

Dia mengatakan, almarhum merupakan sosok yang sangat baik dan punya cita-cita besar untuk Indonesia.

“Beliau orang yang sangat baik dan tentu sangat mempunyai sumbangsih yang besar kepada bangsa ini. Dan juga cita-cita yang besar untuk bangsa kita semua,” ujar dia.

JK menilai, hingga akhir hayat, Try Sutrisno tetap menunjukkan perhatian pada bangsa.

“Sebagai bangsa tentu mempunyai upaya-upaya yang baik sampai akhir hayatnya. Setiap acara beliau hadir, dan tentu memberikan nasihat-nasihat yang baik kepada kita semua,” tandas dia.


Sosok Pejuang

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengatakan, Try Sutrisno adalah sosok pejuang sejati. Menurutnya, almarhum mencurahkan pikiran dan tenaga untuk bangsa hingga akhir hayat.

Hal itu diungkap oleh Ahmad Muzani usai mensalatkan jenazah Try Sutrisno, di Masjid Agung Sunda Kelapa pada Senin (2/3/2026).

“Di mata kami almarhum adalah sosok pejuang sejati. Pandangan, pikiran, waktu dan tenaga dicurahkan untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Muzani.

Di usia senja, lanjutnya, Try sangat peduli pada persatuan dan gotong royong.

“Beliau sangat concern terhadap persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan kegotongroyongan,” ujarnya.

Bocorkan Pesan Khusus

Muzani mengungkapkan, saat Lebaran tahun lalu, Try menyampaikan pesan khusus. Dia ingin ada amandemen kelima UUD 1945 sebelum wafat.

“Beliau ingin sebelum meninggal ada amandemen Undang-Undang Dasar 45 yang kelima. Dan beliau ingin itu dilakukan sebelum beliau wafat. Itu saya camkan betul amanat pesan dari beliau,” ucap dia.

Pesan itu, lanjutnya, menjadi perhatian pimpinan MPR. Kajian masih terus dilakukan.

“Sampai sekarang apa yang diharapkan, apa yang dipikirkan oleh almarhum oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat terus dilakukan kajian-kajian lebih lanjut,” ujarnya.

Menurut Muzani, tujuan amandemen itu untuk menjaga persatuan dan menjamin masa depan Indonesia.

“Beliau ingin agar amandemen itu dilakukan untuk menjaga persatuan, untuk menjaga kebersamaan dan menjamin kelangsungan Indonesia ke depan yang lebih baik,” ucap dia.

Jenazah Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata

Try Sutrisno meninggal dunia pada Senin (2/3/2026) pada pukul 06.58 WIB, di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Jenazah dimandikan di rumah duka RSPAD dan dibawa ke rumah duka di Jl. Purwakarta no 6, Menteng, Jakarta Pusat.

Jenazah Try Sutrisno kemudian disalatkan di Masjid Agung Sunda Kelapa sebelum dimakamkan di TMP Kalibata. Jenazah tiba di masjid sekitar pukul 11.17 WIB.

Pantauan di lokasi, peti berisi jenazah Try Sutrisno dibawa ke aula untuk disemayamkan sambil menunggu salat Zuhur.

Sejumlah tokoh ikut mengantar di antaranya Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-13 Ma’ruf Amin, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Oleh : Mirna

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update