MEDIAINDONESIA.ASIA, MALANG - Kabar mengejutkan datang dari Intan Anggraeni, wanita asal Malang, Jawa Timur, yang mengaku tertipu setelah mengetahui suami yang dinikahinya ternyata seorang perempuan yang menyamar sebagai pria. Tudingan itu pun dibantah oleh Reynaldi alias Yupi Rere (36) yang akhirnya angkat bicara.
Rere menuturkan bahwa Intan sudah mengetahui latar belakangnya sebagai perempuan, bahkan Intan disebutnya sebagai pihak yang lebih dulu mengajak menikah.
"Saya sudah memberitahu soal diri saya ke Intan saat awal kenal," kata dia bercerita di Malang, Kamis 8 April 2026.
Rere mengatakan, pertama kali bertemu Intan di sebuah tempat hiburan di Kota Batu pada awal Februari 2026. Saat itu Intan bekerja di lokasi tersebut, sementara Rere datang sebagai tamu. Sejak pertemuan itu, keduanya disebut saling menceritakan latar belakang kehidupan masing-masing.
Rere pun sempat meminta Intan untuk berhenti bekerja karena kondisi fisiknya yang sakit akibat pernah mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh mantan pasangan dan suaminya.
"Masing-masing sudah tahu. Dia juga cerita ada trauma dengan mantan pasangannya," klaimnya.
Rere juga mengaku semenjak menjalin hubungan dengan Intan, sering membantu secara finansial. Tapi dia membantah menjanjikan rumah dan mobil mewah.
"Kalau ada uang ya saya bantu, tapi tidak pernah janji bermewah-mewah," kata dia.
Sempat Menolak Permintaan Intan
Rere menuturkan, awalnya ia hanya berniat menjalin hubungan dengan Intan. Namun, menurut pengakuannya, justru Intan yang lebih dulu mengajak untuk menikah secara resmi pada Maret 2026.
Ajakan itu sempat ia tolak. Rere berdalih saat itu dirinya tengah memproses perubahan dokumen identitas kependudukan di pengadilan.
"Pernikahan itu mendadak. Dia yang ajak, saya ada bukti pesan ajakan dari dia di handphone," dalih Rere.
Dia mengaku tengah berupaya mengubah dokumen identitas kependudukannya setelah dua kali menjalani tes kromosom di sebuah rumah sakit di Jakarta.
Hasil pemeriksaan itu, kata Rere, menunjukkan secara genetik dirinya cenderung laki-laki meski secara fisik perempuan sepenuhnya. Ia pun telah berkonsultasi dengan Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk mengurus perubahan dokumen tersebut.
"Masih perlu tes sekali lagi sebelum daftar ke PN. Karena itu saya tidak buru-buru ajak nikah," ceritanya.
Menurut Rere, keluarga serta beberapa teman Intan sebenarnya sudah mengetahui latar belakang dirinya, termasuk identitas aslinya. Ia pun menegaskan sejak awal tidak pernah memalsukan dokumen maupun identitas pribadi.
"Pernyataan Intan itu tak sesuai realita, karena semua sejak awal sudah tahu," kata Rere.
Dia membantah keterangan terkait mengajak Intan ke Kamboja atau ke Thailand. Sebenarnya dia ingin membawa Intan ke Jogjakarta untuk terapi cidera kaki dan trauma akibat KDRT yang dialaminya.
"Untuk membantu pengobatan sakit dia saja," ucapnya.
Mendengar dirinya dilaporkan ke pihak berwajib oleh Intan, Rere mengaku sempat mencoba menghubunginya untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan.
Namun apa daya, pesan maupun upayanya menjalin komunikasi tak kunjung mendapat respons.
Karena upaya damai menemui jalan buntu, Rere pun melaporkan balik Intan ke Mapolres Kota Batu dengan dugaan pencemaran nama baik.
Dia mengaku selama ini tak pernah merugikan Intan.
"Kalau secara logika, justru saya yang rugi. Soal pelaporan, nanti kuasa hukum saya yang menjelaskan," kata Rere.
Cerita Intan Tertipu Suami Ternyata Perempuan
Sebelumnya, seorang wanita di Malang, Jawa Timur, Intan Anggraeni mengaku tertipu setelah mengetahui suami yang dinikahinya ternyata seorang wanita menyamar sebagai pria. Pernikahan tersebut dibangun menggunakan identitas palsu sehingga korban baru menyadari kondisi sebenarnya setelah menjalani rumah tangga.
Intan mengungkapkan, selama ini pelaku yang bernama Erfastino Reynaldi Malawat meyakinkan dirinya sebagai laki-laki. Bahkan, pelaku menjanjikan rumah dan mobil mewah.
"Sebelum nikah, dijanjikan diberi rumah dan mobil lamborghini. Lalu juga diminta buat paspor untuk keluar negeri," ungkap Intan di Polresta Malang Kota, Rabu (8/4/2026).
Intan mengaku mengenal pelaku pada awal Februari 2026 saat bekerja di sebuah kafe di kawasan Kota Batu, Kota Batu. Hubungan keduanya berjalan lancar. Tak butuh waktu lama, mereka mulai berpacaran pada 14 Februari 2026 dan memutuskan menikah secara siri pada 3 April 2026.
Selama berkenalan, Intan tidak menaruh kecurigaan. Pelaku mengaku berasal dari Jakarta dan bekerja sebagai konsultan. Bahkan, menurut Intan, suara dan penampilan pelaku juga meyakinkan sebagai pria.
Kebohongan tersebut akhirnya terbongkar pada malam pertama setelah pernikahan. Intan terkejut saat mengetahui bahwa orang yang dinikahinya ternyata seorang perempuan. Pelaku diketahui menggunakan alat kelamin buatan untuk meyakinkan korban.
Oleh : Int
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini




