Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Gempa Flores Timur: 1.313 Jiwa Mengungsi dan 257 Bangunan Rusak di Adonara

Minggu, 12 April 2026 | 1:24:00 PM WIB Last Updated 2026-04-12T05:24:46Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, NTT - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur mencatat ribuan jiwa mengungsi dan ratusan bangunan rusak akibat gempa tektonik magnitudo 4,7 pada Rabu (8/4/2026) pukul 23.17:47 WIB atau Kamis (9/4) dinihari pukul 00.17:47 WITA. Data sementara itu dikumpulkan hingga 10 April 2026 dan masih terus bertambah.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Flores Timur Maria Goretty Nemo, mengatakan hingga Jumat (10/4) tercatat jumlah pengungsi sebanyak 285 kepala rumah tangga (KRT) atau 1.313 jiwa.

Kerusakan bangunan yang terdiri dari rumah warga dan fasilitas umum mencapai 257 unit yang berlokasi di 8 desa yakni 6 desa di Kecamatan Adonara Timur dan 2 desa Kecamatan Solor Timur. Dan ada 18 orang yang mengalami luka ringan.

Maria mengungkapkan sebanyak 6 desa di Kecamatan Adonara Timur yang terdampak antara lain Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawa Taa, Karing Lamalouk, Kelurahan Waiwerang dan Desa Ipi Ebang. Sedangkan 2 desa di Kecamatan Solor Timur yakni Desa Desa Moton Wutun dan Desa Wato Buku.

Desa yang paling terdampak akibat gempa bumi tersebut adalah Desa Terong. Di desa tersebut ada 110 rumah warga yang rusak dan 3 fasilitas umum yang terdiri dari mushola, Polindes dan sekolah dasar. Dan jumlah kepala rumah terdampak sebanyak 147 dengan 621 jiwa dan 17 orang mengalami luka ringan.


Sementara, di Desa Lamahala Jaya, ada 104 rumah warga yang rusak dan berdampak pada 104 kepala rumah tangga atau 544 jiwa.

Di desa tersebut juga ada 4 fasilitas umum yang mengalami kerusakan yakni 1 mushola, 1 masjid, dan 2 sekolah dan 1 orang luka ringan.

Untuk Desa Dawa Taa ada 6 rumah warga yang mengalami kerusakan yang mengakibatkan 6 kepala rumah tangga dengan 31 jiwa yang terdampak akibat gempa pada. Begitupun di Desa Karing Lamalouk 1 rumah warga rusak yang berdampak pada 1 kepala rumah dengan 4 jiwa.

Sedangkan di Kelurahan Waiwerang tercatat 18 jiwa jiwa terdampak akibat 7 rumah warga setempat rusak dan Desa Ipi Ebang tercatat 2 rumah warga berisi 2 kepala rumah tangga dengan 8 jiwa terdampak.

Penanganan Darurat

Gempa Bumi pada Kamis dini hari juga telah merusak 18 rumah warga di dua desa di Kecamatan Solor Timur yakni Desa Moton Wudun dan Desa Wato Buku.

Di Desa Moton Wutun ada kerusakan 10 rumah yang berdampak pada 10 kepala rumah tangga dengan 55 jiwa yang terdampak. Begitupun di Desa Wato Buku terdata 8 rumah yang rusak yang berakibat pada 8 kepala rumah tangga yang berisi 32 jiwa harus mengungsi.


Maria menyebut untuk penanganan kedaruratan yang telah dilakukan, BPBD Flores Timur fokus untuk penanganan para korban yang saat ini mengungsi di rumah warga lainnya yang aman dan juga ada yang mengungsi di delapan lokasi di desa masing-masing.

"Fokus kami saat ini pemberian bantuan bagi warga yang terdampak dan sedang mengungsi. Dan ada delapan lokasi pengungsian yang tersebar di delapan desa," kata Maria.

Dia mengatakan BPBD dan Pemkab Flores Timur telah mengirim bantuan untuk didistribusikan kepada ribuan warga terdampak. Bantuan yang telah dikirim ke lokasi bencana antara lain kasur lipat, tikar matras, selimut, terpal, hygiene kit, beras, minyak gosok, tenda dan senter.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

BPBD masih mengalami kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan warga yang berada di pengungsian seperti air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, sembako, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kasur lipat, kursi roda dan pempers.

"Kebutuhan yang mendesak itu air bersih, perlengkapan mandi dan cuci, sembako, terpal, tikar, perlengkapan bayi dan balita, kasur lipat, kursi roda dan pampers dewasa," ucapnya.

Maria juga mengatakan personel yang untuk penanganan kedaruratan juga sangat terbatas. Karena hanya 35 personel dari BPBD yang telah disiagakan di lokasi bencana. Kemudian, ada bantuan personel dari TNI/ Polri sebanyak 27 orang yakni 17 dari TNI dan 10 personel Polres Flores Timur.

Para petugas di lapangan tersebut memiliki tanggung jawab untuk penanganan pendistribusian logistik, pendataan dan pemasangan tenda serta memastikan seluruh pengungsi dalam keadaan aman dan sehat.

"Kita juga libatkan tenaga kesehatan untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapat pelayanan kesehatan yang memadai dan mendata pengungsi yang sakit," ujarnya.

Laporan : Wulan

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "