Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

AHY Lapor Prabowo: 76 Perlintasan KA Akan Dibangun Flyover

Rabu, 13 Mei 2026 | 12:13:00 PM WIB Last Updated 2026-05-13T04:14:10Z

MEDIAINDOESIA.ASIA, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) membeberkan sejumlah solusi yang harus segera diambil usai kecelakaan Kereta Api (KA) di Bekasi Timur beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan AHY saat menghadap Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (12/5/2026). Dia didampingi Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo hingga CEO Danantara Rosan Roeslani.

"Tadi ada kami laporkan perkembangan dan langkah-langkah taktis solusi yang harus segera diambil, dan telah dilakukan sebetulnya, pasca terjadinya kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur," kata AHY kepada wartawan usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Menurut dia, ada 76 perlintasan sebidang tanah di wilayah Jawa dan Sumatra yang harus segera dipasang palang pintu kereta, flyover, maupun underpass.

Selain itu, AHY menekankan pentingnya penutupan sejumlah titik rawan di jalur kereta api serta modernisasi sistem kereta untuk mencegah terjadinya kecelakaan seperti di Bekasi Timur.

"Setelah kita identifikasi, maka ada kurang lebih 76 perlintasan sebidang yang ada di wilayah Jawa dan juga sebagian Sumatra, yang itu memang butuh segera dilakukan pembangunan, apakah itu palang pintu kereta maupun flyover atau underpass," jelasnya.

"Selebihnya kita lakukan penutupan titik-titik rawan dan kita juga ingin terus perbaiki sistem persinyalan dan modernisasi sistem kereta lainnya," sambung AHY.


Utamakan Keselamatan

AHY menyampaikan komitmen pemerintah dalam mengutamakan keselamatan masyarakat saat menggunakan transportasi publik. Di sisi lain, dia berharap konektivitas antarwilayah dapat menggairahkan perekonomian nasional.

"Jadi semangatnya adalah untuk transportasi publik, keselamatan kita utamakan, dan pada akhirnya konektivitas antarwilayah juga bisa menghadirkan pertumbuhan dan peluang ekonomi lainnya," tutur AHY.

AHY menyebut pemerintah sedang mengkaji dan mengevaluasi pembangunan double-double track (DDT) atau jalur ganda kereta. AHY mengatakan bahwa pembangunan DDT merupakan rencana besar sehingga membutuhkan waktu.

"Yang jelas memang kita juga sedang memikirkan pengembangan double-double track tersebut. Tetapi tentu butuh waktu untuk bisa merampungkan rencana besar pengembangan kereta, baik eksisting maupun pengembangan baru, dan reaktivasi dari rel-rel yang sudah selama ini tidak berfungsi," pungkas AHY.

Laporan : Mirna

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "