Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

iklan kosong

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Istiqlal Terima 82 Hewan Kurban, Termasuk dari Katedral Jakarta

Rabu, 27 Mei 2026 | 5:58:00 PM WIB Last Updated 2026-05-27T09:58:06Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA  -  Manajemen Masjid Istiqlal dipastikan mulai melakukan penyembelihan hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah pada Kamis (28/5/2026) besok. Pada tahap awal, panitia akan mendahulukan pemotongan untuk jenis hewan kambing dan domba.

Menteri Agama yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa pada tahun ini pihak panitia mengubah skema pembagian. Istiqlal tidak lagi melayani pembagian kupon atau distribusi daging secara langsung di area masjid kepada masyarakat umum guna menghindari penumpukan massa.

Daging kurban seluruhnya akan disalurkan secara terpusat melalui lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan yang berada di bawah pembinaan langsung Masjid Istiqlal.

"Kita akan mendistribusikan kepada masjid dan musala binaan Istiqlal. Panti asuhan, majelis taklim, perguruan tinggi Islam, pondok pesantren, hingga madrasah yang punya relasi dengan Istiqlal," kata Nasaruddin Umar kepada wartawan di kawasan Masjid Istiqlal, Rabu (27/5/2026).

Hingga hari H Idul Adha, panitia mencatat telah menerima total 82 ekor hewan kurban yang terdiri atas 63 ekor sapi, 18 ekor kambing, dan satu ekor domba. Karena penyembelihan berlangsung selama hari tasyrik, Istiqlal masih membuka posko penerimaan hewan kurban dari masyarakat hingga Jumat (29/5/2026) mendatang.


 Nasaruddin mengungkapkan hal menarik pada perayaan tahun ini, di mana sejumlah hewan kurban yang diterima Istiqlal juga berasal dari komunitas non-Muslim, salah satunya pihak Gereja Katedral Jakarta. Selain itu, manajemen Hotel Borobudur tercatat menyumbangkan 25 ekor sapi.

Menag meluruskan bahwa secara syariat Islam, pemberian dari rekan-rekan non-Muslim memang tidak dikategorikan sebagai ibadah kurban karena syarat utamanya harus beragama Islam. Namun, pihak manajemen menyambut hangat sumbangan tersebut sebagai bentuk konkret solidaritas kemanusiaan.

"Bahkan separuh di antara hewan kurban yang kita sembelih di antara 60-an itu, berasal dari kawan-kawan kita dari masyarakat umum. Yang mungkin itu tidak dimaksudkan sebagai kurban, karena yang wajib untuk berkurban itu adalah orang Islam yang mampu," jelasnya.

Bagi Nasaruddin, momentum Hari Raya Idul Adha harus diletakkan sebagai gerakan bersama untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat luas, tanpa perlu memandang sekat perbedaan latar belakang agama.

"Apapun agamanya, kalau memang bisa ikut berbagi, bagaimana supaya masyarakat itu terbebas daripada krisis protein pada hari-hari Idul Kurban ini, itu sangat dianjurkan sekali," pungkas Menag.

Oleh : Mintra

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "