MEDIAINDONESIA.ASIA, BEIJING - Sedikitnya delapan orang tewas dan puluhan lainnya terjebak di bawah tanah setelah terjadi ledakan gas di sebuah tambang batu bara di wilayah utara China. Demikian dilaporkan media pemerintah China, Xinhua, pada Sabtu (23/5/2026).
Sebanyak 247 penambang berada di bawah tanah saat kecelakaan terjadi di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, pada Jumat (22/5) malam.
"Delapan orang telah dipastikan meninggal dunia, sementara 38 lainnya masih terjebak di bawah tanah," menurut laporan Xinhua yang mengutip otoritas manajemen darurat setempat.
Presiden Xi Jinping, sebut Xinhua, meminta agar dilakukan upaya habis-habisan untuk merawat para korban luka dan menginstruksikan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Ia menekankan bahwa seluruh wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran dari kecelakaan ini, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan kerja, serta dengan tegas mencegah dan menekan terjadinya kecelakaan besar maupun bencana besar.
Xinhua menyebutkan bahwa upaya penyelamatan masih terus berlangsung.
Sebelumnya, Xinhua melaporkan bahwa kadar karbon monoksida — gas yang sangat beracun dan tidak berbau — di tambang tersebut telah melebihi batas.
Shanxi, salah satu provinsi dengan tingkat ekonomi yang relatif tertinggal di China, merupakan pusat pertambangan batu bara negara tersebut.
Keselamatan tambang di China telah mengalami peningkatan dalam beberapa dekade terakhir, namun kecelakaan masih sering terjadi di industri yang protokol keselamatannya kerap longgar.
China merupakan konsumen batu bara terbesar sekaligus penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia, meskipun negara tersebut terus meningkatkan kapasitas energi terbarukan dalam jumlah rekor dengan laju yang cepat.
Laporan : Yuni
Editor : Andi
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





