MEDIAINDONESIA.ASIA, MAKASAR - Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Sulawesi Selatan bersama petugas keamanan kapal PT Pelni Cabang Makassar menggagalkan upaya penyelundupan puluhan reptil ilegal asal Papua di KM Sinabung yang tiba di Pelabuhan Makassar.
Puluhan satwa liar tersebut ditemukan di dalam enam boks yang disembunyikan di bawah tempat tidur kapal tanpa dokumen karantina dan tanpa pemilik yang menyertainya, Senin (18/5) dini hari.
Kepala Karantina Sulawesi Selatan Sitti Chadidjah, mengatakan satwa hasil penindakan itu kini telah diserahkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan untuk penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan konservasi.
“Satwa hasil penindakan telah kami serahkan kepada BBKSDA Sulawesi Selatan untuk mendapatkan penanganan dan tindak lanjut sesuai ketentuan konservasi. Sinergi antarinstansi sangat penting untuk memastikan satwa liar yang diamankan dapat ditangani dengan baik,” ujar Sitti Chadidjah dalam siaran pers, Rabu (20/5/2026).
Berdasarkan hasil identifikasi bersama BBKSDA Sulsel, reptil yang diamankan terdiri atas 45 ekor biawak hijau, 11 ekor biawak pohon totol biru, 22 ekor biawak ekor biru, satu ekor biawak Papua, tujuh ekor ular sanca hijau, dua ekor ular sanca air Papua dan tujuh ekor ular sanca bibir putih.
"Saat ditemukan, sebagian satwa berada dalam kondisi memprihatinkan karena disimpan di dalam botol air mineral dan boks sempit tanpa ventilasi memadai," jelasnya.
Saat ini, Karantina Sulawesi Selatan bersama pihak terkait masih melakukan penelusuran untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas dugaan penyelundupan reptil ilegal tersebut.
“Peran aktif pemangku kepentingan termasuk masyarakat sangat krusial dalam penyelenggaraan karantina secara optimal. Menjaga kelestarian sumber daya alam hayati Indonesia merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.
Laporan : Dirta
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





