MEDIAINDONESIA.ASIA, MINAHASA - Jajaran Polisi Militer Kodam (Pomdam) XIII/Merdeka menggerebek lokasi gudang penimbunan solar subsidi, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Barang bukti 4,7 ton solar subsidi beserta empat pelaku diserahkan ke Polda Sulut, Selasa (12/5/2026).
Kapendam XIII/Merdeka Kolonel Kav Sofyan menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari keluhan masyarakat terkait antrean panjang di sejumlah SPBU serta informasi mengenai aktivitas mencurigakan di wilayah Minahasa Utara.
"Menindaklanjuti informasi tersebut, Danpomdam XIII/Merdeka Kolonel Cpm Novem J Rajagukguk memerintahkan tim untuk bergerak. Pada Senin malam (11/5), petugas mendatangi lokasi yang diduga gudang penimbunan milik warga berinisial DHW di Jalan Kabima, Kecamatan Kema," ujar Sofyan dalam keterangannya.
Dalam operasi tersebut, petugas mengamankan DHW selaku pemilik gudang, serta tiga orang lainnya yakni RF (penjaga gudang), TG, dan SW (pekerja). Selain para pelaku, petugas juga menyita 4,7 ton solar subsidi yang diduga akan diselewengkan.
TNI menegaskan bahwa pengawasan distribusi energi merupakan atensi serius dari pimpinan tinggi negara. “Kodam XIII/Merdeka mendukung penuh upaya pemerintah dalam menjaga distribusi BBM subsidi agar benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak. Penyalahgunaan seperti ini sangat merugikan rakyat dan mengganggu stabilitas distribusi energi di daerah,” tegas Sofyan.
Ia menambahkan bahwa Pangdam memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Pomdam XIII/Merdeka atas respons cepat dalam mengungkap kasus ini. Hal ini dinilai sebagai implementasi nyata dari arahan Presiden RI saat Apel Komandan Satuan (Dansat) mengenai pengawasan ketat distribusi energi nasional.
"Pangdam memberikan apresiasi atas langkah tegas jajaran Pomdam. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan praktik penimbunan BBM subsidi untuk kepentingan industri maupun keuntungan pribadi," pungkasnya.
Laporan : Rido
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





