MEDIAINDONESIA.ASIA, MAKKAH - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melepas paksa sejumlah penanda milik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang terpasang di tenda Arafah saat meninjau kesiapan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kamis, 21 Mei 2026.
Dahnil juga menegur syarikah yang membiarkan identitas KBIHU menempel di area tenda jemaah. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah tenda yang dikelola syarikah Rakeen dan Duyuful Bait dipasangi tulisan nama kloter dan identitas KBIHU.
Beberapa kertas yang ditempel di pintu masuk tenda juga mencantumkan logo syarikah sehingga tampak seperti penanda resmi. Dahnil menilai tindakan itu dilakukan sepihak oleh KBIHU tanpa koordinasi dengan pemerintah.
“Yang melakukan pengavlingan ini adalah KBIHU. Mereka memilih tenda sendiri tanpa sepengetahuan dari Kementerian Haji dan Umrah,” kata Dahnil pada tim Media Center Haji saat meninjau tenda Arafah bersama sejumlah Amirul Hajj, Kamis.
Ia meminta syarikah segera menertibkan pemasangan identitas tersebut.
“Yang enggak tertib tolong ditegur,” ujarnya.
Menurut Dahnil, praktik pengavlingan tenda berpotensi merugikan jemaah haji karena mengganggu skema penempatan resmi yang telah disusun pemerintah. Ia menyinggung persoalan serupa yang sempat terjadi pada musim haji tahun sebelumnya.
“Tahun kemarin banyak jemaah yang tidak dapat tenda gara-gara perilaku ini,” kata Dahnil.
Kewenangan PPIH
Wamenhaj menegaskan, penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina menjadi kewenangan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, bukan KBIHU. Karena itu, ia meminta syarikah tidak memberi ruang kepada kelompok tertentu untuk mengatur sendiri posisi tenda jemaah.
“Kasihan jemaah nanti. Ada yang enggak dapat tenda gara-gara mengatur sendiri. Semestinya yang ngatur Kemenhaj,” ujarnya.
Ia juga memperingatkan KBIHU yang melanggar aturan dapat dikenai sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional. Pemerintah menilai tindakan pemasangan identitas dan pengaturan tenda secara mandiri dapat mengacaukan distribusi jemaah saat fase puncak haji berlangsung.
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, mengatakan pemerintah telah menyelesaikan pembagian penempatan jemaah di tenda Arafah dan Mina. Karena itu, seluruh KBIHU diminta tidak lagi memasang identitas apa pun di area tenda Armuzna.
Selain penataan tenda, Kemenhaj juga memperkuat persiapan layanan menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Pemerintah melakukan koordinasi terkait konsumsi, kesehatan, transportasi, perlindungan jemaah, hingga kesiapan petugas lapangan.
Kontributor : Rahman
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





