MEDIAINDONESIA.ASIA, JEDDAH - Tidak semua jemaah haji Indonesia kembali ke Tanah Air sesuai jadwal dalam manifes kelompok terbang (kloter) awal. Dalam operasional pemulangan jemaah, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan mekanisme tanazul, yaitu layanan perubahan jadwal kepulangan, baik lebih cepat maupun lebih lambat dari jadwal semula.
Kepala PPIH Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir menjelaskan, tanazul menjadi salah satu layanan yang disiapkan untuk menyesuaikan kondisi jemaah selama fase pemulangan.
“Kami melakukan pelayanan tanazul kepada jemaah haji, baik itu tanazul awal maupun tanazul akhir,” katanya pada tim Media Center Haji di Jeddah, Jumat (12/6/2026).
Tanazul awal memungkinkan jemaah kembali ke Indonesia lebih cepat dengan bergabung bersama kloter yang memiliki jadwal keberangkatan lebih awal. Sementara, tanazul akhir diberikan pada jemaah yang harus menunda kepulangan dan mengikuti kloter berikutnya.
Basir menyebut kondisi kesehatan menjadi alasan yang paling banyak melatarbelakangi pengajuan tanazul. Untuk tanazul awal, jemaah yang mengalami gangguan kesehatan dapat dipulangkan lebih cepat setelah dokter memastikan kondisi mereka memenuhi syarat perjalanan udara.
“Daripada nanti terjadi sesuatu atau dirawat lebih lama di rumah sakit Arab Saudi, dan kondisi saat ini dinyatakan layak terbang oleh dokter, (jemaah itu) diizinkan pulang lebih awal,” sebutnya.
Sebaliknya, jemaah yang belum stabil secara medis saat jadwal kepulangan tiba akan menjalani perawatan terlebih dahulu di Arab Saudi. Mereka baru dapat dipulangkan setelah kondisi kesehatan memungkinkan untuk melakukan perjalanan.
Selain alasan medis, petugas juga membuka layanan tanazul untuk kebutuhan khusus tertentu.
“Tanazul bukan hanya untuk jemaah sakit. Ada juga beberapa jemaah yang karena kepentingan kedinasan meminta izin untuk dipulangkan lebih cepat. Hal tersebut dimungkinkan dengan pertimbangan tertentu dan izin dari PPIH Arab Saudi,” jelas Basir.
Meski demikian, jemaah tidak otomatis bisa berpindah kloter. Khusus tanazul awal, PPIH Arab Saudi mensyaratkan adanya ketersediaan kursi pada penerbangan yang akan digunakan.
Laporan : Nasir
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





