Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

iklan kosong

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

Pakistan Tegaskan Tolak Abraham Accords demi Kemerdekaan Palestina

Kamis, 04 Juni 2026 | 9:00:00 PM WIB Last Updated 2026-06-04T13:00:35Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, WASHINGTON DC - Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Ishaq Dar menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengubah posisinya terkait Israel dan Abraham Accords kecuali terdapat kemajuan menuju pembentukan Negara Palestina yang merdeka.

Berbicara di Kedutaan Besar Pakistan pada Jumat (29/5/2026), setelah bertemu Menlu Amerika Serikat (AS) Marco Rubio di Washington DC, Dar mengatakan Islamabad tetap berkomitmen pada kebijakan lamanya terkait Palestina dan Gaza.

"Banyak rumor yang beredar terkait Abraham Accord. Saya ingin menegaskan bahwa sikap Pakistan sangat jelas dan konsisten mengenai hal itu. Sampai Palestina diakui sebagai negara merdeka berdasarkan perbatasan sebelum 1967, dengan Quds Al Sharif (Yerusalem Timur yang diduduki) sebagai ibu kotanya, tidak akan ada fleksibilitas," kata Dar saat berbicara kepada media di kedutaan. 

"Pakistan tetap teguh pada posisinya mengenai Palestina dan Gaza," ujarnya, seraya menekankan kembali bahwa tidak akan ada perubahan dalam sikap Pakistan terhadap Israel sampai Negara Palestina terbentuk. 

Terima Kasih AS ke Pakistan

Rubio sendiri menyampaikan terima kasih kepada Dar atas upaya Islamabad dalam memediasi akhir perang Iran.

"Dalam pertemuan di Washington, (Menlu) Rubio menyampaikan terima kasih kepada menteri atas peran konstruktif yang terus dimainkan Pakistan dalam mewujudkan visi Presiden Donald Trump untuk perdamaian di Timur Tengah serta upaya mediasinya dengan Iran," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Tommy Pigott.

"Menlu dan Wakil Perdana Menteri sepakat mengenai pentingnya bekerja sama untuk semakin memperkuat kemitraan yang bermakna yang mendorong keamanan dan kemakmuran bagi warga AS dan Pakistan," tambahnya.



Secara terpisah, Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan bahwa kedua diplomat senior itu mengapresiasi perkembangan positif hubungan bilateral Pakistan-AS selama satu tahun terakhir. Mereka membahas berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama dan sepakat untuk memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan, kerja sama budaya, serta kemitraan di bidang kontra-terorisme dan keamanan."

"Menlu Rubio mengakui upaya diplomatik dan mediasi Pakistan. Ia juga memuji keterlibatan erat dan koordinasi yang berkelanjutan antara kepemimpinan Pakistan dan Pemerintahan AS. Wakil Perdana Menteri/Menlu menyatakan keyakinannya bahwa upaya tulus Pakistan yang berkelanjutan untuk perdamaian dan stabilitas di kawasan maupun di luar kawasan, dengan dukungan negara-negara sahabat, akan membuahkan hasil positif," demikian pernyataan tersebut yang menggunakan singkatan untuk merujuk kepada Dar.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28Februari. Teheran membalas dengan serangan yang menargetkan Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, sekaligus menutup Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang bersifat permanen. Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.

Sejak saat itu, kedua pihak terus saling bertukar proposal dan usulan balasan dalam upaya melanjutkan perundingan langsung dan mengakhiri konflik. 

Pada Jumat, Trump mengatakan bahwa ia akan bertemu dengan para pejabat untuk membuat "keputusan akhir" mengenai proposal, yang menurutnya akan mencakup komitmen Iran untuk tidak pernah memperoleh senjata nuklir serta pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial tanpa hambatan.

Setelah menggelar pertemuan selama dua jam dengan para pembantunya di Gedung Putih, Trump dilaporkan menunda pemberian persetujuan akhir terhadap kesepakatan tersebut.

Laporan : Nasir

Editor : Andi

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "