Notification

×

PSE

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Iklan1

.........

Translate

75 Tahun Hubungan Indonesia-Swiss, Dubes Olivier Pamit

Kamis, 30 Juli 2026 | 6:39:00 PM WIB Last Updated 2026-07-30T10:39:08Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Kedutaan Besar Swiss di Indonesia memperingati Hari Nasional Swiss sekaligus 75 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Swiss dalam sebuah resepsi yang digelar di Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutannya, Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Olivier Zehnder, mengibaratkan hubungan kedua negara melalui dua produk yang menjadi identitas masing-masing, yakni jam tangan Swiss dan batik Indonesia.

“Jika dilihat, jam tangan Swiss dan batik Indonesia mungkin tidak memiliki banyak kesamaan. Namun, keduanya lahir dari ketelitian, presisi, dan kesabaran. Begitu pula persahabatan antara Swiss dan Indonesia,” ujar Olivier.

Peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara tahun ini mengangkat tema Trust, Innovation, and Partnership atau Kepercayaan, Inovasi, dan Kemitraan.

Menurut Olivier, kepercayaan berarti tetap konsisten dan dapat diandalkan, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Sementara inovasi dimaknai sebagai upaya terus menciptakan solusi yang lebih baik, sedangkan kemitraan menjadi pengingat bahwa tidak ada negara yang mampu menyelesaikan berbagai tantangan global sendirian.

“Kepercayaan berarti tetap konsisten dan dapat diprediksi di tengah dunia yang tidak stabil. Inovasi berarti terus menghadirkan sesuatu yang lebih baik. Kemitraan berarti mengakui bahwa tidak ada negara yang bisa menyelesaikan persoalan sendirian,” katanya.



Ia menambahkan, persatuan tidak selalu berarti keseragaman. Perbedaan, menurutnya, justru membutuhkan dialog, kompromi, dan kesabaran, yang pada akhirnya menjadi sumber ketahanan, kreativitas, dan kekuatan.

Dalam kesempatan tersebut, Olivier juga membagikan kesannya terhadap keramahan masyarakat Indonesia. Salah satu hal yang paling berkesan baginya adalah pertanyaan sederhana yang sering ia dengar, yakni “Sudah makan, Pak?”

Menurutnya, sapaan tersebut mencerminkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sesama.

“Sebelum berbicara tentang bisnis, jabatan, atau institusi, kita adalah manusia, dan kesejahteraan kita adalah hal yang penting,” ujarnya.

Ia juga mengaku terkesan dengan berbagai bentuk perhatian yang kerap diterimanya selama bertugas di Indonesia, mulai dari pertanyaan apakah ia sudah tiba di rumah dengan selamat hingga ajakan untuk menambah porsi makanan meski sudah menyatakan cukup.

“Kalimat seperti ‘kita akan cari cara’ juga sangat berkesan bagi saya. Semangat, kemurahan hati, dan ketangguhan itu akan selalu saya bawa,” katanya.

Olivier turut mengumumkan bahwa tahun ini menjadi perayaan Hari Nasional Swiss terakhir baginya sebagai Duta Besar Swiss untuk Indonesia. Ia kemudian menutup sambutannya dengan membacakan sebuah pantun sebagai ungkapan perpisahan.

Laporan : Bertus

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "