MEDIAINDONESIA.ASIA, LUMAJANG - Seorang siswa berinisial MI (16) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia setelah diduga menjadi korban perundungan oleh teman sekolahnya.
Korban diduga dipukuli oleh teman sekelasnya saat pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada Mei 2026. Setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama sekitar satu bulan, korban akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Lumajang. Bupati Lumajang Indah Amperawati turun tangan dengan memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
"Kami terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sesuai kewenangan pemerintah daerah. Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah sekaligus bagian dari upaya memperkuat perlindungan peserta didik di lingkungan pendidikan," kata Indah dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Sebagai bentuk empati, Indah juga mengunjungi rumah duka di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Selasa (30/6/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga sekaligus menyerahkan santunan kematian.
Indah mengatakan, pihak keluarga telah melaporkan dugaan perundungan tersebut ke Polres Lumajang. Karena itu, proses penanganan perkara kini sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum.
"Pihak keluarga sudah melaporkan peristiwa itu ke Polres Lumajang sehingga penanganannya menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Kami menghormati proses yang sedang berjalan dan akan memberikan dukungan sesuai kewenangan yang dimiliki," tuturnya.
Sebagai bagian dari pendampingan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menugaskan tim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) untuk memberikan layanan kepada keluarga korban sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Pemkab Lumajang juga akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, tenaga pendidik, dan yayasan penyelenggara pendidikan. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi secara menyeluruh sekaligus memperkuat pembinaan agar lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman bagi peserta didik.
"Kami akan berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait sebagai bagian dari evaluasi dan penguatan pembinaan. Harapannya, seluruh satuan pendidikan terus membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan saling menghormati," katanya.
Laporan : Int
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





