MEDIAINDONESIA.ASIA, MEDAN - Jajaran Satresnarkoba Polrestabes Medan menggalkan penyelundupan 24 kilogram sabu yang dikirim dari Provinsi Aceh dengan tujuan Jakarta. Petugas pun melakukan pengejaran dramatis di Jalan Tol Kisaran, Kabupaten Asahan.
Pengungkapan berskala besar ini merupakan hasil pengembangan mendalam dari kasus penangkapan 2 kilogram sabu yang diungkap di kawasan Medan Sunggal enam bulan sebelumnya.
Berdasarkan penyelidikan lanjutan, petugas mendeteksi adanya pengiriman sabu dalam jumlah masif yang dikendalikan oleh seorang pria berinisial FS (25), warga Jalan Binjai, Medan.
Kasatresnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, SH, SIK, MIP, menjelaskan bahwa pelaku melintas menggunakan mobil Toyota Rush bernomor polisi A 1621 WB melalui Jalan Tol Trans Sumatra.
Saat hendak disergap, pelaku yang diduga menyadari kehadiran aparat langsung memacu kendaraannya, memicu aksi kejar-kejaran menegangkan sejauh 10 hingga 12 kilometer di kawasan Tol Kisaran.
"Pelaku sempat meninggalkan mobil di jalan, dan pengejaran berlanjut hingga ke area Perkebunan sawit. Syukur Alhamdulillah, kami akhirnya berhasil menangkap pelaku," ungkap AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Jumat (24/7/2026) pagi.
Saat berhasil diringkus di area perkebunan sawit, tersangka FS sempat berkilah dan berusaha mengelabui petugas dengan mengaku tidak membawa barang haram apa pun.
Pemeriksaan awal di dalam kabin mobil juga sempat membuat petugas nyaris terkecoh, lantaran tidak menemukan barang bukti mencolok.
Namun, berkat ketelitian dan kejelian personel Satresnarkoba Polrestabes Medan, rahasia pelaku akhirnya terbongkar. Sebanyak 24 bungkus sabu ternyata disembunyikan secara rapi dan terpisah di dalam rongga dinding mobil.
Modus operandi modifikasi bodi kendaraan ini sengaja dipilih sindikat pelaku agar muatan haram tersebut aman dan lolos dari pemeriksaan apabila berpapasan dengan razia kendaraan di jalan raya.
Kini, tersangka beserta barang bukti 24 kg sabu dan unit mobil yang digunakan telah diamankan di Mapolrestabes Medan guna proses penyidikan lebih lanjut dan pengembangan untuk membongkar jaringan di balik pengiriman lintas provinsi ini.
Laporan : Subari
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini





