Notification

×

iklan 5 gambar

Iklan 1

Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

PDAM

Iklan

Translate

PSE

Iklan tiga gambar

Ucapan Kaltara

Suara anda

Iklan1

.........

Translate

Malam Budaya KBRI Quito: Warga Ekuador Pukau Tamu Lewat Gamelan dan Tari

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 9:48:00 AM WIB Last Updated 2026-08-29T01:48:47Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, QUITO - Masih dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan dan Peringatan ke-217 Primer Grito de Independencia de Ekuador, KBRI Quito menyelenggarakan “Malam Budaya Indonesia (Noche de la Cultura de Indonesia). Kegiatan itu diselenggarakan kampus UTE Quito, pada tanggal 26 Agustus 2026 malam.

Kegiatan dibuka dengan pemutaran lagu kebangsaan Ekuador dan Indonesia, acara hening cipta untuk para korban gempa di Indonesia. Dalam sambutannya, Dubes RI Quito, Bapak Imam As’ari menyampaikan kegiatan ini untuk menunjukkan kemampuan para siswa Rumah Budaya Indonesia (Casa Cultura de Indonesia) di Quito yang merupakan warga Ekuador dalam membawa gamelan Cirebon dan tarian tradisional Indonesia.

Dubes Imam As’ari mengajak para warga Ekuador untuk mengikuti kelas budaya Indonesia di Casa Cultura.

Kegiatan Malam Budaya dibuka dengan penampilan Gamelan Kanjeng Duta Swara membawakan Gending Cirebonan Monggang, yang merupakan gending yang diperdengarkan untuk menyambut kedatangan para tamu agung.

Tari Rantak asal Sumatera Barat yang dinamis dengan gerakan-gerakan silat memukau para tamu undangan yang hadir. Sementara tari Betawi, Tari Kinang Kilaras menambah semaraknya malam budaya.

Setelah penampilan tarian, kembali para nayaga Gamelan Kanjeng Duta Swara memainkan Gending Tratagan, dan pembacaan siloka, selanjutnya para tamu hadirin terpesona dengan penampilan penari Ekuador, yang menarikan Tari Topeng Klana Cirebon dengan iringan Gending Gonjing Kering secara live oleh para nayaga Ekuador yang merupakan siswa Casa Cultura de Indonesia di Quito.

 


Tampil Perdana

Ini merupakan kali pertama, tari topeng Klana Cirebon ditampilkan dengan iringan gamelan secara langsung (live). Para siswa Casa Cultura semuanya berkebangsaan Ekuador belajar selama satu bulan di bawah bimbingan guru gamelan asal Cirebon, Bapak Adang Sunarno.

Pertunjukan budaya ini ditutup dengan penampilan musik Tardanong yang memadukan instrumen kendang dan kenong - Indonesia, gitar modern dan instrumen musik Ekuador.

Tardanong adalah genre musik eksperimen fusión baru yang mengkolaborasi musik Bomba Ekuador dengan instrumen gamelan, yang dikembangkan di Casa Cultura de Indonesia.

Selesai pertunjukan budaya para tamu undangan berkesempatan mencicipi aneka kudapan Indonesia seperti salad Indonesia (gado-gado) dan penganan ringan yaitu pastel, tahu isi, dadar gulung martabak telur.

Kegiatan Malam Budaya Indonesia ini dihadiri oleh sejumlah Duta Besar dan korps diplomatik dan organisasi Internasional di Quito, pejabat Kementerian/Lembaga Ekuador, akademisi dari Universitas dan sekolah, Direktur Pusat Budaya dan Museum dan Friends of Indonesia dan para pecinta seni dari berbagai kalangan.

Promosi budaya adalah jembatan soft power diplomacy Indonesia untuk meningkatkan people-to-people contact antara masyarakat kedua negara, sekaligus untuk memperkuat kerja sama ekonomi, politik dan kerja sama di berbagai bidang lainnya. Pembukaan dan pendayagunaan Casa Cultura de Indonesia di Quito adalah upaya nyata KBRI Quito untuk meningkatkan pengaruh Indonesia di Ekuador.

Kontributor : Gita

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini 

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "