MEDIAINDONESIA.ASIA, JAWA TENGAH - Gara-gara tak sengaja duduki kepala seorang pria saat pesta minuman keras, seorang perempuan di Kendal, Jawa Tengah, dikeroyok hingga tewas mengenaskan. Pelaku berjumlah lima orang.
Korban bernama Donna Nuzulul Aditya (29). Dia dikeroyok secara brutal saat pesta miras. Korban dipukul menggunakan pipa besi, ditusuk pisau, hingga ditinggalkan dalam kondisi terikat di sebuah gedung kosong.
Baca Juga :
Setelah korban tewas, lima pelaku melarikan diri dengan membawa telepon seluler Vivo Y20 dan sepeda motor Honda Vario bernomor polisi H 5609 BDD milik korban.
Polres Kendal yang mendapatkan laporan kejadian tersebut langsung bergerak. Satreskrim Polres Kendal membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi dan memburu para pelaku.
"Penyelidikan mengarah kepada lima orang yang kemudian diketahui berpencar melarikan diri ke sejumlah daerah," ujar Ratna saat ditemui di Mapolres Kendal pada Rabu (4/11/2026).
Setelah melakukan pengejaran lintas wilayah, polisi menangkap tiga tersangka, yakni FW, AB, dan SN, di wilayah hukum Polres Cilegon pada 28 Oktober 2026.
"Sehari kemudian, polisi kembali meringkus SP alias C di wilayah Pekalongan. Sementara tersangka terakhir, AFS alias B, berhasil ditangkap pada 3 November 2026," terang Ratna.
Polisi juga menyita barang bukti berupa kendaraan dan telepon seluler milik korban dari dua orang yang diduga sebagai penadah. Keduanya diproses dalam berkas perkara terpisah.
Ratna Quratul Ainy menegaskan, pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan berat di wilayah hukumnya.
"Polres Kendal tidak akan memberikan ruang bagi tindak kejahatan keji di wilayah hukum kami, " tegas Ratna.
Menurut Ani, aksi pembunuhan ini dilakukan dengan sangat terencana, sadis, dan diikuti dengan perampasan harta benda korban.
Laporan : Wati
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


.gif)