Kabupaten Buru, MEDIAINDONESIA.asia - Bupati Kabupaten Buru, Ikram Umasugi SE dikukuhkan sebagai Upu Jazira Leihitu Buru, sedangkan ibu Bupati, Mohra Ikram Umasugi dikukuhkan sebagai Ina Tini
Pengukuhan orang nomor satu di Kabupaten tersebut dilakukan oleh Sesepuh Jazira Buru.
Dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemda Buru, sesepuh Jazira Buru dan undangan lainnya berlansung di aula kantor Bupati, jumat, 28/11/2025
Setelah dikukuhkan, Bupati menyampaikan sambutan.
Bupati mengatakan, proses pelantikan Jazira Leihitu Buru merupakan wujud keragaman dan keterbukaan pemerintah untuk selalu berdampingan dalam bingkai bhineka tunggal ika.
Dalam bahasa umum Jazira dikenal dengan sebutan Ite Papear Basudara, artinya katong samua Basudara / bersaudara
Dalam bahasa Buru dikenal dengan sebutan Kai way yang melambangkan nilai keharmonisan hidup orang Basudara
Bupati katakan, pluralisme dan keberagamaan suatu daerah merupakan rahmat Allah SWT yang patut disyukuri, pluralisme dan keragaman bukan menjadi halangan untuk berlomba - lomba membangun daerah secara bersama - sama
" Kabupaten Buru yang dikenal dengan kedamaian membangun dalam keragaman adalah ciri kami masyarakat Kabupaten Buru " jelas Bupati
Lanjut Bupati, kehadiran paguyuban Jazira Leihitu ini semakin menambah khasanah keindahan keragaman di tanah Buru, tanah yang sama - sama dicintai
Mantan anggota DPRD Provinsi Maluku ini selanjutnya mengatakan, secara organisatoris, paguyubanJazira Leihitu Buru ( JLB ) boleh saja dibilang baru terbentuk di Kabupaten ini, namun sesungguhnya jiwa raga dan rasa cinta tanah Buru oleh anak cucu masyarakat berdarah Jazira sudah sejak lama bersama sama di bumi Bupolo bahkan, sebelum Kabupaten Buru ini dimekarkan pada tahun 1999.
Ini terbukti, lanjunya, dengan Ina Latu ( ibu Bupati ) berdarah Jazira Leihitu, tepatnya berasal dari negeri Larike dataran Jazira Leihitu.
Bupati pada acara Pengukuhan ini merasa bangga dan bahagia dikukuhkan sebagai Upu Jazira Leihitu Buru, rasa bangga tersebut tercermin dalam ucapannya dengan bahasa Leihitu
" Au bangga bisa jadi bagian hele Ini... He' Ini Kula Yami Pape' ar ( saya bisa jadi bagian dari kaming / kamu orang selalu wate/ ipar " tutupnya dengan perasaan hari
Ditempat yang sama, ibu Bupati, Mohra Umasugi menyebutkan bahwa organisasi Jazira Leihitu Buru adalah organisasi paguyuban yang menjunjung tinggi kekeluargaan dan persaudaraan serta menjujung tinggi prinsip hidup
Prinsip hidup ini terpatri dalam sosialisasi kehidupan sehari-hari
Seperti untaian dalam pepatah
" Dimana bumi dipijak, disitulah langit dijunjung " Kata Mohra
Mohra juga merincikan negeri yang terhimpun pada Jazira Leihitu yakni :
Negeri Mamala, Morela, Hitu, Kaitetu, Seith, Negeri Lima, Ureng, Hasilulu, Larike, Wakasihu, Alang, Liliboy dan Negeri Hati serta 22 Dusun
Sementara itu, ketua Paguyuban Jazira Leihitu Buru Muhamad Syukur Awam yang didampingi oleh wakil ketua Jainudin Tapesy dan Sekretaris Mahfud Heluth menjelaskan, JLB bisa menjadi wadah pemersatu diantara sesama, saling bersilaturahmi.
Dikatakan, JLB yang ada di Kabupaten Buru merupakan masyarakat tak terpisahkan dengan masyarakat Kabupaten Buru yang senantiasa hidup berdampingan.
JLB mempunyai komitmen untuk membangun Kabupaten Buru secara bersama - sama
" Harapan kami senantiasa menjaga Yali silaturahmi diantara sesama , kita juga membangun silaturahmi dengan OKP - OKP dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah " tuturnya
Organisasi ini dalam waktu dekat akan melaksanakan Musyawarah untuk menyusun program kerja.
Diketahui, Jazirah Leihitu terletak di bagian utara Pulau Ambon, Provinsi Maluku, tepatnya di wilayah pesisir pantai Selat atau laut Seram.
Secara administratif, Jazirah Leihitu berada di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah.
Liputan : La Musa
Editor : Lisa
