Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Gibran di KTT G20: Masa Depan Harus Dibangun di Atas Keadilan

Senin, 24 November 2025 | 10:47:00 AM WIB Last Updated 2025-11-24T02:47:55Z

JOHANNESBURG, MEDIAINDONESIA.asia  - Wakil Presiden (RI) Gibran Rakabuming menyatakan sikap Indonesia di Konferensi Tingkat Tinggi G20 bahwa masa depan harus dibangun atas dasar keadilan. KTT G20 digelar di Johannesburg Expo Centre, Afrika Selatan, Minggu (23/11/2025). 

"Indonesia meyakini bahwa masa depan harus dibangun di atas keadilan," ucap Gibran dalam bahasa Inggris saat berpidato. 

Keadilan yang dimaksudnya dalam hal mengelola teknologi, memanfaatkan sumber daya alam, serta bagi para pekerjanya. 

"Keadilan dalam cara kita mengelola teknologi baru, keadilan dalam cara kita memanfaatkan sumber daya alam, dan keadilan bagi para pekerja kita," ucap dia.

Menurutnya, masa depan yang adil dan setara tidak akan terjadi dengan sendirinya. Hal tersebut membutuhkan kepemimpinan dan kerja sama antar negara di dunia. Gibran meyakini, forum G20 akan menjadi jembatan antara kemajuan dan keadilan. 

"Indonesia siap bekerja sama dengan Anda semua. Dalam waktu dekat, G20 akan menjadi jembatan antara inovasi dan inklusi, antara kemajuan dan keadilan," ucapnya.


Dalam pidatonya, ia juga menyorot soal pemanfaatan teknologi artificial intelligence (AI). Ia mengatakan, AI mungkin merupakan sesuatu yang digital, tetapi keberadaan AI tetap bergantung pada fisiknya. 

AI juga sangat bergantung pada mineral kritis. "Dari pusat data hingga chip canggih, AI bergantung pada mineral kritis, dan permintaan global akan ini berkembang pesat," kata Gibran.

Hilirisasi adalah solusi 

Dalam waktu yang lama, menurut Gibran, banyak negara berkembang mengekspor bahan mentah mineral kritis tetapi tidak mendapatkan nilai sebenarnya, justru diambil pihak lain.

"Inilah mengapa Indonesia memilih jalan yang berbeda. Kita membangun industri di dalam negeri dan berinvestasi dalam transformasi hilir, serta memastikan rakyat kita mendapatkan manfaat dari kekayaan alam mereka sendiri," jelasnya. 

Gibran menegaskan, Indonesia menerapkan itu dalam rangka menciptakan kemitraan yang adil serta mewujudkan pengelolaan mineral kritis yang bertanggung jawab. 

"Ini bukan tentang menutup pintu. Ini tentang membuka kemitraan yang adil, menghubungkan investasi, transfer teknologi, dan praktik yang bertanggung jawab untuk mineral kritis," tegasnya.
Kontributor Berita : Lukas

Editor : Lisa

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update