Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Akibat Terjatuh di Sungai Brasil, Balita 2 Tahun Tewas Diserang Piranha

Minggu, 28 Desember 2025 | 2:22:00 PM WIB Last Updated 2025-12-28T06:22:00Z

 

BRASILIA, MEDIAINDONESIA.asia - Seorang balita perempuan berusia dua tahun ditemukan mengapung di sungai dekat rumahnya akibat serangan piranha. Insiden ini terjadi pada hari Senin (22/12/2025) di kota Coari, negara bagian Amazonas, Brasil.

Menurut laporan setempat, Clara Vitória dikabarkan sedang bermain di luar rumahnya di tepi sungai yang tidak memiliki pagar.

Setelah orang tuanya menyadari hilangnya keberadaan balita ini, pencarian di sekitar rumah membuatnya putus asa karena tidak mendengar suaranya sedikitpun sebelum mereka memasuki sungai. Berselang lima menit kemudian, Clara berhasil ditemukan telah meninggal secara tragis dan terapung di air, sebagaimana yang dilansir dari Mirror, Jumat (26/12/2025).

Luka pada tubuhnya sebagian besar berada di leher dan telah dipastikan jika penyebabnya adalah gigitan piranha. Jenazahnya pun segera menjalani prosedur forensik yang dibawa ke Institut Kedokteran Forensik.


Salah satu penyebab dari insiden yang membuat lingkungan bermainnya dapat menjangkau area berbahaya dikarenakan tidak memiliki pembatas atau pagar, yang sebelumnya dilepas sementara untuk pembangunan kamar mandi, sehingga tidak ada penghalang yang mencegah anak-anak jatuh ke air.

Kedua orang tua yang mendapati jenazahnya dalam keadaan telah dimakan hidup-hidup merasa terpukul.Bahkan adanya kelalaian terhadap kematian putrinya dalam mengawasi anak bermain. Daftar korban yang diserang piranha kembali bertambah, di mana insiden serupa pernah terjadi sebelumnya yang menyerang para perenang di Pantai Miriti, resor populer di Manacapuru, Brasil.

Peringatan Ahli Biologi dan Ekologi

Di antara korban saat itu adalah bayi berusia tujuh bulan yang kehilangan sebagian jari kakinya karena gigitan ganas piranha.

Menurut nelayan setempat, serangan piranha yang agresif kemungkinan terkait dengan waktunya berkembang biak dan telah memasuki musim kawin, sehingga menyarankan masyarakat untuk tidak terlalu dekat dengan air.

Selain itu, ahli Biologi dan Ekologi Edinbergh Caldas Oliveira kepada media berita Brasil G1 menekankan bahwa insiden tersebut mengungkap bahwa spesies ini tersebar di berbagai perairan akibat ulah manusia yang mengganggu alam.

"Insiden semacam itu adalah kecelakaan yang disebabkan oleh campur tangan manusia terhadap habitat alam. Ikan-ikan itu bertindak defensif dan biasanya memberikan satu gigitan peringatan untuk mengusir penyusup dari pada melancarkan serangan berkelanjutan," jelasnya, seperti yang dikutip dari laman Associated Press.

Laporan : Titi

Editor : Riska

Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update