JAKARTA, MEDIAINDONESIA.asia - Rompi antipeluru berbahan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) hasil inovasi IPB University resmi lolos uji balistik oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Dislitbang TNI AD), Batujajar, Bandung, pada Jumat 19 Desember 2025.
Hal ini merupakan puncak capaian dari riset biomaterial TKKS anti peluru yang telah dilakukan sejak 2023.
Lahirnya terobosan baru ini merupakan hasil gagasan Peneliti Pusat Studi Sawit sekaligus dosen Departemen Fisika IPB Siti Nikmatin bersama tim multidisiplin IPB, di antaranya Irmansyah, Rima Fitria Adiati, Agus Kartono (Fisika), dan Tursina Andita Putri (Agribisnis).
Selain itu, keterlibatan Mitra Industri PT Interstisi Material Maju Andika Kristinawati juga turut andil dalam riset ini.
Capaian ini menjadi bentuk kontribusi IPB University sebagai dukungan dalam mengembangkan industri pertahanan berbasis sumber daya lokal.
IPB memanfaatkan material yang selama ini hanya dianggap limbah tidak bernilai menjadi sesuatu yang berdaya guna dan memiliki nilai ergonomis yang tinggi.
Pembuatan rompi antipeluru mendapatkan anggaran melalui Program Dana Padanan (Kedaireka) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun anggaran 2024-2025.
"Ketersediaan bahan baku limbah sawit yang banyak belum dapat sepenuhnya diolah dengan maksimal," ujar Siti, melalui keterangan tertulis, Rabu (24/12/2025).
Sehingga, ia berharap proses ini mendapatkan dukungan penuh melalui investasi permesinan dan modal
"Semoga inovasi ini dapat mengubah potensi limbah kelapa sawit menjadi kekuatan baru bagi kedaulatan industri pertahanan Indonesia di masa depan," harap Siti.
Kualifikasi Lolos Uji Rompi Antipeluru TKKS
Proses kualifikasi rompi antipeluru TKKS harus melalui beberapa tahap untuk mendapatkan sertifikat lolos uji balistik, di antaranya uji ketahanan tembak kelayakan rompi yang akan dinilai berdasarkan hasil uji coba amunisi kaliber 9x19 mm dari jarak 5 meter.
Uji coba ini dilakukan dalam kondisi tembak kering dan basah. Kemudian uji ketahanan terhadap tusukan serta bacokan senjata tajam.
Rompi yang layak lulus memenuhi aspek perlindungan dengan kemampuan menahan proyektil tanpa tembus dengan tingkat deformasi (lekukan belakang) di bawah 44 mm.
Rompi yang memenuhi kriteria tersebut memiliki nilai jual yang dipandang cukup kompetitif pada rentang harga pasaran level lllA saat ini, dengan bobot di bawah 2 kg dan ketebalan kurang dari 2 cm.
Untuk menjamin kualitas yang baik, proses sertifikasi ini dipantau langsung oleh pimpinan IPB University, di antaranya Kepala Lembaga Riset Internasional Teknologi Maju Anas Miftah Fauzi dan Kepala Pusat Studi Sawit Budi Mulyanto.
Serta jajaran perwira peneliti TNI AD, yakni Kolonel Cpl Kries Kambaksono, Kolonel Yayat Priatna P, Kolonel Hiras M.S Turnip, dan Kolonel Tri Handoko.
Laporan : Mirna
Editor : Andi Purba
Ulurkan tanganmu membantu korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Di situasi seperti ini, sekecil apa pun bentuk dukungan dapat menjadi harapan baru bagi para korban. Salurkan donasi kamu sekarang dengan klik di sini

