Lahat, MEDIAINDONESIA.asia - Gabungan organisasi wanita (GOW) Kabupaten Lahat silahturahmi bersama bersama pemerintah Kabupaten Lahat, organisasi sekaligus peringatan hari Disabilitas Internasional, yang di gelar Gedung Kesenian, Rabu (3/12/2025).
Dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih, didampingi, Unsur Forkopimda, Sekda Lahat, Kepala OPD, TP PKK mewakili, Ketua GOW berserta jajaran, seluruh organisasi, dan tamu undangan lainnya.
Ketua GOW, Ilna Fitriani, S.Pd.,M.Pd menyampaikan, kegiatan ini sekaligus peringatan hari Disabilitas Internasional, bahwa setiap manusia tanpa terkecuali memiliki potensi dan hak yang sama untuk berkembang.
"Tugas kita bersama terutama organisasi perempuan adalah memastikan bahwa saudara-saudara kita penyandang disabilitas mendapatkan ruang yang setara ruang untuk berpendapat berkarya belajar bekerja dan berkontribusi dalam pembangunan di kabupaten Lahat," ujarnya.
Dikatakannya, silaturahmi ini bukan hanya ajang perkumpulan atau pertemuan tetapi juga merefleksikan makna kebersamaan dan bukan semata-mata sebagai ajak pertemuan tetapi lebih dari itu sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi persaudaraan meneguhkan komitmen kebersamaan serta memperkuat sinergi.
"Kita memiliki peran serategis dalam membangun keluarga yang harmonis mendidik generasi muda sekaligus menjadi penggerak sosial dan ekonomi di lingkungan masyarakat Kabupaten Lahat," jelasnya.
Untuk itu, Ilna mengajak seluruh anggota organisasi wanita di Kabupaten lahat untuk terus bersatu bersinergi dan bergerak bersama dalam menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan GOW pada hari ini, karena menjadikan ajang pertemuan dan silaturahmi sekaligus memperingati hari Disabilitas Internasional, khususnya di Kabupaten Lahat.
"Perempuan merupakan subjek pembangunan nasional, apa artinya subjek pembangunan kita yang menggerakkan selain laki-laki? Jadi, perempuan tidak seperti di zaman dahulu. Sekarang perempuan bisa duduk sama rendah, berdiri sama tinggi dengan kaum laki-laki di pemerintahan," jelas Widi.
Menurut Widia, perempuan bisa menjadi Menteri, bahkan ada di Indonesia perempuan sudah menjadi Presiden. Artinya, tidak ada kesenjangan antara perempuan dan laki-laki, akan tetapi, kodrat perempuan tetaplah melayani laki-laki dimanapun berada.
Adapun, kegiatan tersebut juga pembagian sembako kepada 190 anak-anak Disabilitas Kabupaten Lahat.
Laporan : Tian
Editor : Lisa

