Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

6 Orang Tewas dan Puluhan Masih Hilang Akibat Longsor Gunung Sampah di Filipina

Minggu, 11 Januari 2026 | 9:00:00 PM WIB Last Updated 2026-01-11T13:00:36Z

MEDIAINDONESIA.asia, MANILAOperasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan di Tempat Pembuangan Sampah Binaliw, Kota Cebu, Filipina tengah, setelah longsoran tumpukan sampah menewaskan sedikitnya enam orang dan mengubur puluhan pekerja sanitasi. Hingga Sabtu (10/1/2026), sebanyak 32 orang dilaporkan masih hilang.

Insiden terjadi pada Kamis (8/1) ketika tumpukan sampah runtuh dan menimpa para pekerja. Seorang anggota dewan kota memperkirakan ketinggian longsoran setara dengan gedung 20 lantai. Sekitar 50 pekerja dilaporkan berada di area tersebut saat kejadian.

Petugas penyelamat menghadapi risiko longsoran susulan karena puing-puing masih terus bergeser. “Operasi berjalan tanpa henti, tetapi setiap kali tumpukan bergerak, kami terpaksa menghentikan sementara demi keselamatan,” kata penyelamat Cebu, Jo Reyes, kepada AFP, Sabtu.

Ketua Dewan Penanggulangan Bencana Kota Cebu, Dave Tumulak, mengatakan dua jenazah kembali ditemukan pada Sabtu (10/1), menambah jumlah korban tewas menjadi enam orang.

“Kami menemukan dua jenazah, namun belum bisa dievakuasi karena tertimpa balok logam berat. Tim sedang berupaya memotong logam tersebut,” ujarnya, demikian dikutip dari laman Phil Star, Minggu (11/1).



Untuk mempercepat evakuasi, otoritas mengerahkan 20 truk yang dilengkapi derek hidrolik dan alat pemotong khusus. Peralatan tambahan ini dibutuhkan karena besarnya balok-balok logam yang menghalangi akses ke lokasi korban. “Kami berharap masih ada korban selamat. Kami berpacu dengan waktu, karena itu operasi dilakukan 24 jam,” kata Tumulak.

Sejauh ini, 12 pekerja berhasil diselamatkan dan dirawat di rumah sakit. Sementara itu, keluarga korban terus menunggu kabar di lokasi kejadian. “Kami berharap dan berdoa untuk sebuah keajaiban,” kata anggota Dewan Kota Cebu lainnya, Joel Garganera.

Garganera menyebut insiden ini sebagai bencana yang dapat diperkirakan. Menurutnya, tumpukan sampah menyerap air seperti spons, sehingga rentan longsor terutama saat hujan.

“Tidak perlu menjadi ahli untuk memahami bahwa kejadian seperti ini pada akhirnya akan terjadi,” ujarnya. Ia juga menyoroti keluhan lama para pengemudi terkait akses jalan curam menuju puncak lokasi pembuangan.

Tumpukan Sampah

Foto-foto yang dirilis polisi menunjukkan tumpukan sampah menjulang di belakang bangunan administrasi dan area perumahan staf, tempat sebagian besar korban tinggal. Binaliw merupakan satu-satunya fasilitas pengelolaan sampah untuk Cebu dan wilayah sekitarnya, dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari, menurut operatornya, Prime Integrated Waste Solutions. Hingga kini, perusahaan tersebut belum memberikan pernyataan resmi.

Salah seorang pekerja, Rita Cogay (49), mengaku selamat karena keluar sebentar untuk minum air sebelum bangunan tempatnya bekerja runtuh.

“Saya kira ada helikopter. Suaranya sangat keras. Saat menoleh, yang terlihat hanya sampah dan bangunan yang ambruk,” katanya.   

Laporan : Titi

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update