Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Banjir dan Longsor Landa 11 Kecamatan di Sukabumi, Jalan Provinsi Lumpuh Total

Senin, 12 Januari 2026 | 9:47:00 PM WIB Last Updated 2026-01-12T14:09:25Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAWA BARATBanjir dan longsor melanda Kabupaten Sukabumi sepanjang akhir pekan kemarin. Bencana terjadi menyusul tingginya intensitas hujan yang mengguyur Kabupaten Sukabumi.

​Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukabumi, sebanyak 15 bencana melanda 11 kecamatan hanya dalam kurun waktu kurang dari 12 jam pada Minggu (11/1/2026).

Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna menjelaskan cuaca ekstrem berlangsung sejak pagi memicu tiga jenis bencana utama, yakni tanah longsor, banjir, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.

​"Sejak pukul 07.10 WIB hingga sore hari, laporan masuk bertubi-tubi dari petugas P2BK di lapangan. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Kabandungan, Ciemas, Surade, Cidolog, Nyalindung, Simpenan, Parakansalak, Bojonggenteng, Cibadak, Gunungguruh, Cisaat, hingga Kecamatan Palabuhanratu," ujar Daeng dalam keterangan resminya, Senin (12/1/2026).


Tanah longsor menjadi ancaman paling mendominasi. Salah satu titik krusial berada di Kecamatan Simpenan, tepatnya di Ruas Jalan Nasional Bagbagan-Kiaradua, Kampung Cipamunguan. Material tanah yang menutup akses jalan memaksa petugas berkoordinasi dengan pihak PU untuk mengerahkan alat berat.

​Kondisi serupa terjadi di Desa Cipamingkis, Kecamatan Cidolog. Material longsoran menutup jalan provinsi hingga menyebabkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas.

Sementara di Kecamatan Kabandungan, longsor menimpa satu unit rumah di Kampung Cianaga yang mengakibatkan satu keluarga terdiri dari empat jiwa terdampak.

​"Untuk di Kabandungan, satu keluarga terdampak langsung, namun tidak ada korban jiwa. Petugas sudah di lokasi untuk melakukan assessment dan memberikan bantuan darurat berupa bronjong dan karung," tambah Daeng.

​Banjir Luapan di Selatan Sukabumi

​Selain longsor, banjir akibat luapan air juga merendam beberapa pemukiman dan akses jalan di wilayah selatan, seperti di Kecamatan Ciemas dan Cidolog.

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam laporan harian tersebut, kerugian materiil berupa kerusakan jalan dan ancaman pada bangunan warga mulai terlihat nyata, termasuk di Desa Kutasirna, Kecamatan Cisaat.

​Menyikapi situasi ini, BPBD Kabupaten Sukabumi telah menginstruksikan seluruh petugas P2BK untuk tetap bersiaga 24 jam. Kebutuhan mendesak seperti alat berat, mesin chainsaw, terpal, serta material bangunan mulai dipetakan untuk distribusi cepat.

​"Kami mengimbau keras kepada masyarakat, terutama yang tinggal di daerah tebing dan bantaran sungai, agar tetap waspada. Saat ini sudah memasuki puncak musim penghujan. Jika hujan turun dengan durasi lebih dari dua jam dengan intensitas tinggi, segera evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman," tutup dia.

Laporan : Suryana

Editor : Andi Purba

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update