Dini hari, sekitar pukul 01.40 WIB, Muskin Latupono, warga Kemirimuka, Beji, Depok, sedang menonton TV. Sedangkan istri dan anaknya sedang tidur di dalam kamar. Istrinya terbangun saat mendengar suara dan getaran di rumahnya.
“Istri sempat kaget karena mendengar suara dan getaran seperti gempa kecil, setelah di cek ternyata tanah longsor,” ujar Muksin, Jumat (23/1/2026).
Bangunan rumah Muksin terancam longsor dan jatuh ke Sungai Ciliwung, apabila tidak segera dilakukan penanganan. Muksin khawatir rumahnya amblas gara-gara longsor. Apalagi rumah Muksin berupa rumah tingkat ke bawah.
“Jadi rumah saya bukan tingkat ke atas, tapi ke bawah, jadi khawatir turut terkena longsor,” terang Muksin.
Muksin menduga longsor diakibatkan buangan air yang melintasi rumahnya menuju Sungai Ciliwung. Saat hujan debit air cukup tinggi pipa saluran tidak kuat menampung air sehingga pecah dan meresap ke tanah.
“Akibat rembesan air membuat tanah dibangun rumahnya mengikis membuat kekuatan bangunan rumah menjadi rapuh,” jelas Muksin.
Tembok Rumah Warga Jebol
Di lokasi yang berbeda, tanah longsor merusak rumah warga di Jalan STM Mandiri RT3 RW9, Kelurahan Kemirimuka. Salah seorang korban, Wati menceritakan detik-detik rumah adiknya rusak akibat longsor. Pada saat kejadian, Wati sedang mencuci piring di belakang rumahnya.
“Saya pas lagi cuci piring lagi bebenah rumah, baru dapet dua piring, ada bunyi kresek-kresek, satu kali,” ujar Wati saat menceritakan awal kejadian.
Wati menyempatkan diri mencari sumber suara. Namun belum mengetahui suara tersebut. Tidak lama berselang, Wati mendengar kembali suara cukup besar dan membuat dirinya merasa khawatir.
“Bunyi lagi kayak balon pecah, bedur, gitu, nah, saya kaget,” tutur Wati.
Merasa khawatir karena sumber suara tidak jauh dari rumah, Wati mengecek rumah adiknya yang berada di samping rumahnya. Rumah adiknya terlihat kosong dikarenakan tidak penghuni di dalam rumah.
“Terus ada suara lagi, saya langsung telepon adik saya untuk pulang ke rumah karena dia lagi kerja,” ucap Wati.
Wati menyempatkan diri mengintip dalam rumah adiknya. Dia menduga sumber suara berada dari dalam rumah. Saat mengintip, Wati mendengar suara seperti lemari terjatuh.
“Pas saat di dalam rumah ternyata suara berasal dari tembok rumah yang roboh akibat longsor,” ungkap Wati.
Tembok rumah adiknya yang roboh ternyata merusak bagian dinding belakang dan kamar mandi. Tembok rumah yang roboh, ternyata merambat ke tembok belakang rumahnya sehingga mengalami keretakan.
“Rumah saya ambles dan dinding retak, kalau tembok rumah adik saya roboh dan mengenai atap rumah warga yang berada di bawah,” tutur Wati.
Kejadian longsor yang merusak rumah adiknya sudah ditinjau dari Pemerintah Kota Depok melalui kelurahan dan kecamatan. Wati berharap longsor yang menyebabkan tembok rumah rusak segera mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Depok.
“Saya masih takut, semoga segera mendapatkan bantuan dari Pemerintah Kota Depok.
Laporan : Suryana
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

