Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Dana Investasi Tak Kunjung Cair, Ratusan Nasabah Geruduk Kantor SNAI Kudus

Minggu, 11 Januari 2026 | 9:21:00 PM WIB Last Updated 2026-01-11T13:21:15Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAWA TENGAHRatusan nasabah investasi yang dinaungi dalam Sensenow AI (SNAI) menggeruduk kantor titik pelayanan SNAI Kudus Jawa Tengah. Aksi tersebut sebagai bentuk protes atas janji keuntungan investasi trading yang dijanjikan, namun hingga kini belum juga dicairkan pihak manajemen SNAI.

Mereka yang merasa tertipu atas janji keuntungan yang menggiurkan itu, mendatangi kantor SNAI Kudus pada Minggu (11/1/2026). Lokasi kantor berada di Jalan Raya Kudus–Jepara KM 3, RT 3/RW 1, Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus.

Sejak pagi hari, ratusan nasabah mulai berdatangan dan memadati halaman kantor pelayanan SNAI yang diduga telah menghimpun dana investasi dari 3.500 orang nasabah.

Saat berada di kantor itu, mereka menyuarakan kekecewaannya terhadap pengelola SNAI yang dinilai tidak memberikan kejelasan atas pengelolaan dana yang telah mereka setoran.

Para nasabah ini mengaku dijanjikan kemudahan penarikan dana oleh manajemen SNAI. Selain itu, nasabah juga dijanjikan keuntungan dari sistem trading investasi yang ditawarkan.


Namun kenyataannya, dana yang mereka setorkan justru tak kunjung bisa ditarik. Kondisi tersebut memicu keresahan dan kemarahan ribuan nasabah.

Salah satu nasabah SNAI, Irwan Junaidi, mengaku telah menyetorkan sejumlah uang kepada perusahaan investasi tersebut. Harapannya, dia mendapatkan keuntungan sesuai skema yang ditawarkan oleh pihak manajemen.

Namun belakangan, kata Irwan, akses penarikan dana mengalami kendala hingga membuat banyak nasabah merasa dirugikan.

“Kami hanya ingin uang modal kami kembali. Ini uang hasil jerih payah kami. Tujuan kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban atas dana pinjaman dan saldo yang sampai sekarang belum juga cair,” ujar Irwan.

Dalam aksi tersebut, ratusan nasabah mendesak pengelola manajemen SNAI Kudus memberikan penjelasan secara terbuka dan bertanggung jawab atas dana yang telah dihimpun.

Mereka juga menuntut kepastian pihak manajemen SNAI saat pengembalian dana, agar tidak menimbulkan keresahan yang lebih luas di tengah masyarakat.

Kegelisahan ribuan nasabah mulai memuncak sejak 5 Desember 2025 lalu. Hal itu setelah adanya kebijakan manajemen SNAI untuk penambahan modal hingga dua kali lipat dari dana awal yang telah disetorkan.

Namun ternyata hingga kini, miliaran dana nasabah yang dijanjikan tak kunjung bisa dicairkan.

Tergiur Keuntungan Besar

Kekecewaan yang sama juga dilontarkan nasabah SNAI lainnya. Kristian, menjelaskan bahwa Sensenow AI bergerak di bidang trading dengan skema penyertaan modal awal minimal 100 dolar Amerika Serikat dan tanpa batas maksimal investasi.

Kristian mengaku bahwa para nasabah tertarik bergabung dan menyetorkan modal ke SNAI, karena dijanjikan keuntungan melalui sistem trading berbasis sinyal.

“Nasabah menerima sinyal trading yang diklaim berasal dari Dr. David Anderson, yang dikirim dua kali sehari, pukul 12.00 WIB dan 20.00 WIB. Tapi dalam perjalanannya, sistem ini tidak berjalan sesuai harapan,” jelas Kristian.

Yang mengejutkan, sejumlah nasabah juga diminta manajemen SNAI mengembalikan dana pinjaman yang tiba-tiba masuk ke rekening mereka pada 5 Desember 2025. Tujuannya agar akun nasbah tetap aktif.

Kristian menyebut bahwa manajemen SNAI menjanjikan dana nasabah tersebut bisa dicairkan pada awal Januari 2026. Namun kenyataannya hingga kini dana pinjaman maupun modal justru tidak bisa ditarik.

“Setelah kami mentransfer dana pinjaman, katanya bisa cair awal Januari. Tapi faktanya, dana pinjaman hilang dan modal juga tidak bisa dicairkan,” tukas Kristian dengan nada kesal.

Modal Dikembalikan 1 Februari 2026

Dari pantauan Liputan6.com, aksi ratusan nasabah sempat memanas, namun tetap berlangsung kondusif. Aparat kepolisian terlihat berjaga di sekitar lokasi, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Merespon desakan ribuan nasabah, CEO Regional SNAI Kudus, Akhmad Rifai pun menemui para nasabah yang telah memuncak emosionalnya.

Rifai menyatakan kesiapannya untuk mengembalikan modal kepada para nasabah yang belum pernah melakukan penarikan serta nasabah yang telah membayar pinjaman.

Akhmad Rifai mengaku siap memgembalilan modal nasabah terhitung mulai 1 Februari 2026.

Rifai berkilah bahwa dana regional SNAI Kudus yang sebelumnya tercatat mencapai sekitar Rp 4,7 miliar, diduga raib akibat peretasan.

“Dana regional Kudus sebelumnya ada sekitar Rp 4,7 miliar, namun tiba-tiba terkena hacker,” ungkap Akhmad Rifai usai melakukan kesepakatan dengan perwakilan anggota.

Diketahui, jumlah anggota SNAI di Kudus mencapai sekitar 3.500 orang. Kantor titik pelayanan SNAI Kudus sendiri telah beroperasi sejak 5 Oktober 2025.

Laporan : Wati

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update