Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Diduga Keracunan MBG, Ratusan Siswa di Grobogan Alami Mual dan Muntah hingga Dilarikan ke RS

Minggu, 11 Januari 2026 | 10:30:00 AM WIB Last Updated 2026-01-11T02:30:49Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAWA TENGAHDugaan keracunan massal menghebohkan Kabupaten Grobogan, Sabtu (10/01/2026). Ratusan siswa sampai dirujuk ke sejumlah rumah sakit lantaran puskesmas di Kecamatan Gubug tidak mampu menampung pasien. Keracunan dialami siswa sejak Jumat (09/01/2026). Mereka jatuh sakit usai menyantap menu MBG yang dibagikan.

Peristiwa keracunan massal di Gubug, Grobogan, baru dilaporkan ke Dinas Kesehatan setempat pada Sabtu, 10 Januari 2026, setelah banyak siswa absen sekolah. Dinas kesehatan langsung melakukan pemeriksaan pasien dan kepolisian langsung mengambil langkah cepat dengan memasang garis polisi.

Dugaan sementara, keracunan massal tersebut berkaitan dengan menu MBG yang dibagikan kepada siswa di wilayah Gubug, Jumat sehari sebelumnya.


Murid Penuhi IGD, Ada yang Ditangani di Mobil

Sementara itu, pemadangan di RSUD Getas Pendowo Gubug tampak begitu sibuk. Sampai ada yang menjalani pemeriksaan di mobil karena IGD dan ruang inap penuh.

Muhammad irfan, Pembantu Pondok Pesantren Assalafi Miftahul Huda Jeketro, Gubug menjelaskan mulanya ada 15 murid yang anak sakit. Mereka mengalami muntah dan lemas. Pengasuh ponpes langsung membawa ke puskesmas terdekat. Kemudian, mereka dirujuk ke RSUD Getas Pendowo.

"Kita ada 15 santri yang sakit dengan gejala samaMereka sakit perut mual dan muntah usai menyantap nasi kuning dengan telur dadar gulung iris serta beberapa menu lain," jelasnya.

Terakhir, ada lima anak pondok yang juga dikirim ke RSUD dr R Soejati Purwodadi, Grobogan. Para santri atau santriwati ini dikirim ke RSUD Pusat Grobogan karena RSUD terdekat penuh pasien.

"Semua keluhan sama. Kalau menginap atau tidak kami menunggu hasil pemeriksaan dokter," lanjutnya.

Penjelasan Camat hingga Dinkes

Saat dikonfrimasi, Camat Gubug Bambang Supriyadi mengaku sudah mendapat laporan dari puskesmas terkait lonjakan siswa izin tidak masuk sekolah. Mengacu data Korwil Pendidikan sebanyak 450 orang, terdiri dari siswa dan guru, tidak hadir akibat dugaan gangguan kesehatan.

Mereka berasal dari SDN Trisari, SDN Glapan, SDN Penadaran, serta ratusan siswa SMP dan SMK Miftahul Huda di Gubug.

“Penyebab sementara diduga keracunan massal MBG yang dibagikan Jumat dari SPPG Kuwaron,” kata Bambang Supriyadi.

Ditambahkan Kepala Dinkes Grobogan, dr Djatmiko, mengatakan laporan awal diterima dari Puskesmas Gubug 1 dan 2 terkait banyaknya siswa sakit mendadak.

“Kami menerima informasi siswa dari beberapa sekolah tidak masuk karena keluhan kesehatan,” ujar dr Djatmiko saat dikonfirmasi.

Sementara kepolisian belum ada yang memberikan pennjelasan. Namun satu dari dua dapur yang berada di Desa Kuwaron, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan telah dipasang garis Polisi.

Laporan : Wati

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update