Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pembangunan IKN dirancang sebagai proses jangka panjang yang mempertimbangkan keberlanjutan kawasan.
Pembangunan IKN tidak hanya difokuskan pada percepatan infrastruktur dasar, tetapi juga diarahkan untuk menjaga dan memperkuat kondisi kawasan secara menyeluruh di Sepaku.
"Fasilitas pendukung sedang dikembangkan untuk memperkuat ekosistem kawasan IKN," kata Basuki, Rabu (7/1/2026).
Menurut Basuki, pengembangan fasilitas pendukung menjadi bagian penting dalam strategi pembangunan IKN. Langkah ini tidak hanya berfokus pada percepatan infrastruktur.
Pengembangannya juga diarahkan untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan lingkungan kawasan di Sepaku sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan.
Pendekatan pembangunan ini diharapkan dapat berjalan secara seimbang antara kemajuan fisik dan perlindungan lingkungan, sehingga mampu menciptakan IKN yang kayak dalam jangka panjang.
Penguatan Fasilitas Pendukung Berbasis Ekologis
Pengembangan fasilitas pendukung bertujuan memastikan pembangunan fisik di kawasan IKN berjalan seiring dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.
Fasilitas tersebut dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fungsional, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan dan keberlanjutan lingkungan kawasan IKN.
Salah satu fasilitas pendukung yang tengah direncanakan adalah kawasan glamping. Pengembangan kawasan ini ditujukan untuk pemanfaatan yang optimal, tanpa mengabaikan karakter alam di sekitarnya.
Kawasan glamping dirancang agar tetap melestarikan lingkungan alami, namun sekaligus memiliki tata kelola yang fungsional dan terorganisir.
Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan citra IKN sebagai kawasan dengan ruang hidup yang berkualitas dan berkelanjutan.
Area Glamping Dukung Akomodasi dan Ruang Terbuka Hijau
Fasilitas area glamping saat ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan akomodasi, sekaligus menjadi bagian dari pengembangan ruang terbuka hijau di kawasan IKN dan strategi pembangunan regional terpadu.
Area ini menggabungkan kenyamanan akomodasi modern dengan pengalaman berada di ruang terbuka hijau, sehingga dapat mendukung mobilitas dan aktivitas di ibu kota baru. Basuki mengatakan area glamping dapat dimanfaatkan oleh tamu, pekerja, maupun pemangku kepentingan yang membutuhkan hunian sementara dengan fasilitas yang memadai.
Peningkatan area glamping bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan aktivitas manusia dengan keberlanjutan lingkungan.
Langkah ini sejalan dengan pembangunan IKN yang menekankan prinsip ramah lingkungan serta perencanaan tata ruang berkelanjutan.
Fasilitas tersebut dikembangkan dalam program dukungan akomodasi yang sekaligus memperkuat keberadaan ruang terbuka hijau di ibu kota baru.
Dengan konsep tersebut, area glamping tidak hanya berfungsi sebagai tempat menginap, tetapi juga menyatu secara harmonis dengan lanskap alam di sekitarnya.


