JAWA TIMUR, MEDIAINDONESIA.asia - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Trenggalek, Subkan Hamzah mengatakan, masih ada ratusan calon haji yang terdaftar masuk kuota pemberangkatan 2026 belum menulanasi membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) pada tahap pertama.
"Dari 491 calon haji tersebut, sebanyak 322 orang di antaranya telah melunasi Bipih, sementara 169 calon haji lainnya belum melunasi Bipih," kata dia di Trenggalek, Senin (5/1/2026).
Karena itu, Subkan menegaskan, untuk calon haji segera melunasi tahap kedua pada 2-9 Januari 2026.
"Calon haji yang belum melunasi Bipih masih diberi kesempatan pada pelunasan tahap dua," ungkap dia.
Subkan menambahkan, hingga awal Januari 2026 calon haji yang telah dinyatakan istithaah baru mencapai sekitar 66 persen.
"Calon haji yang sudah istithaah baru 66 persen, sekitar 329 orang," jelas dia.
Di sisi lain, Subkan menjelaskan, bagi calon haji yang belum lolos istithaah masih memiliki peluang melunasi Bipih apabila pada tahap kedua kondisi kesehatannya membaik dan penyakit penghambat dapat ditangani.
"Jika tetap tidak lolos istithaah, keberangkatan akan ditunda dan calon haji tersebut menjadi prioritas keberangkatan pada tahun berikutnya," kata dia.
Calon Haji Cadangan
Subkan juga menuturkan, Trenggalek juga memiliki 217 calon haji cadangan pada musim haji 2026.
Mereka diperbolehkan mengikuti proses pelunasan Bipih dengan syarat telah dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan.
Menurut Subkan, sebagian jamaah calon haji cadangan telah menjalani pemeriksaan kesehatan, meski jumlahnya belum mencapai separuh dari total kuota cadangan.
"Sebagian masih ragu karena khawatir tidak bisa berangkat bersama anggota keluarganya," ujar dia.
Subkan mengatakan, peluang keberangkatan jamaah calon haji cadangan pada 2026 cukup terbuka seiring adanya optimalisasi kuota, termasuk dari calon haji yang tidak lolos istithaah.
"Kami sudah menyampaikan peluang tersebut, dan keputusan kami kembalikan kepada masing-masing calon haji," kata dia.
Laporan : Int
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

