Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Terbongkarnya Komplotan Love Scamming di Sleman, Patok Target Pendapatan Rp11 Miliar per Bulan

Rabu, 07 Januari 2026 | 5:15:00 PM WIB Last Updated 2026-01-07T09:15:51Z

 


MEDIAINDONESIA.asia, JAWA TENGAH
- Polresta Yogyakarta berhasil membongkar praktik tindak pidana penipuan online dengan modus hubungan cinta atau love scamming, Senin (5/1/2026) lalu. Komplotan praktik haram itu bahkan mematok target pendapatan Rp11 miliar per bulan.

Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Eva Guna Pandia menjelaskan, bos komplotan itu memperkerjakan kurang lebih 200 orang yang terbagi dalam tiga shift kerja, aksi penipuan ini yang berlangsung 24 jam tanpa libur. Dalam menjalankan aksinya, mereka menggunakan kedok penyedia jasa tenaga kerja sesuai permintaan klien bernama PT Altair Trans Service beroperasi di Jalan Gito GatiSleman.

Dalam penggerebekan Senin lalu, diamankan sebanyak 64 pekerja. Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, enam orang ditetapkan sebagai tersangka.

"Enam yang kita amankan yaitu laki-laki berinisial R yang menjabat sebagai CEO atau Owner. H perempuan sebagai HRD, P laki-laki yang merupakan Project Manager, V dan G semuanya laki-laki yang bertugas sebagai team leader, terakhir M perempuan sebagai project manager," kata Kombes Guna, Rabu (7/1/2026).


Modus operasinya, komplotan ini sepenuhnya dikendalikan oleh warga negara China. Komplotan mendapatkan alat kerja berupa 50 unit laptop 30 unit handphone 4 kamera pengawas atau CCTV dan 2 router Wi-Fi.

Setiap harinya pekerja berfokus sebagai admin percakapan pada sebuah aplikasi kencan daring dari China, yang sudah diinstal di laptop maupun handphone beserta foto dan video yang memuat unsur pornografi di dalamnya.

Para pegawai tersebut berperan sebagai agen atau admin chat yang dalam operasinya menggunakan atau berperan sebagai wanita, menyesuaikan dengan negara asal korban atau user, untuk berinteraksi dengan para pengguna aplikasi yang berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia.

"Sebagai tindak lanjut dari interaksi tersebut, karyawan kemudian mengirimkan konten tertentu yang memuat foto atau video pornografi secara bertahap kepada user atau korban. Dimana untuk bisa mengakses foto video tersebut, user atau korban harus mengirimkan gif dengan besaran tertentu," ujar Kombes Guna.

Target Pendapatan Rp11 Miliar

Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian mengatakan untuk pekerja dibayar dengan sistem gaji pokok senilai Rp2,4-3 juta dan bonus mulai Rp1-5 juta tergantung banyak koin yang didapat.

"Setiap ditargetkan setiap hari mendapatkan 2 juta koin dengan rincian 6 koin dihargai 5 USD. Sehingga dalam perhitungan, sejak satu terakhir beroperasi mereka menargetkan pendapatan Rp11 miliar," ungkap Kompol Riski.

Mengenai konten foto dan video pornografi, Kompol Riski menegaskan semua berasal dari China dan dipastikan tidak ada muatan-muatan warga lokal. Saat ini nama bandar di China sudah dikantongi dan tengah dikordinasikan dengan Interpol.

"Kami mendapatkan laporan, operasi dengan bandar yang sama juga beroperasi di Lampung dan sekarang tengah dilakukan penyelidikan," katanya.

Keenam tersangka ini dijerat dengan Undang-Undang No. 44 tahun 2008 tentang pornografi dimana mereka menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjual belikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi yang secara eksplisit membuat ketelanjang. Mereka terancam hukuman paling rendah 6 bulan dan paling 10 tahun. 

Laporan : Wati

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update