Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Prabowo: Setahun jadi Presiden Saya Geleng-geleng Kepala, Berapa Kali Mau Disogok

Rabu, 07 Januari 2026 | 6:37:00 PM WIB Last Updated 2026-01-07T10:39:57Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAWA BARATPresiden Prabowo Subianto mengaku dirinya beberapa kali pernah disogok oleh sejumlah pihak saat menjabat menjadi Presiden RI.

Hal tersebut membuat Prabowo sampai geleng-geleng kepala karena ternyata banyak pihak yang ingin mengambil keuntungan dengan melanggar aturan.

"Aku satu tahun aja jadi Presiden, geleng-geleng kepala juga, saya berapa kali saya mau disogok bolak-balik datang minta ini, minta itu," kata Prabowo saat panen raya dan pengumuman swasembada beras di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

Dia menegaskan menolak tindakan yang tidak sesuai dengan aturan. Prabowo menyampaikan peraturan yang sudah ditetapkan harus ditegakkan demi kepentingan bangsa dan negara.

"Tegakkan peraturan, tegakkan sesuai dengan kepentingan bangsa dan negara. Saya tidak ikut-ikut yang lain-lain," ucap Prabowo.

Dia menyerahkan sanksi untuk pelanggar hukum kepada aparat penegak hukum. Bahkan, Prabowo mengaku tak mau melihat daftar perusahaan atau orang yang melanggar hukum, karena takut mengenal mereka dan menjadi terpengaruh.

"Kemarin saya dikasih daftar, 'Pak, ini daftar sekian puluh perusahaan yang melanggar, yang mau dicabut izinnya, silahkan Bapak pelajari'. Saya bilang saya enggak mau, saya enggak mau lihat itu. Karena saya takut ada teman saya disitu," kata dia.

"Iya kan enggak enak bisa terpengaruh, saya begitu lihat daftar, 'Aduh teman saya, begitu lihat eh ini (kader) Gerindra lagi'. Jadi lebih baik saya enggak lihat, saya enggak mau tahu," sambung Prabowo.

Prabowo hanya berpesan agar penegak hukum menindak para pelanggar sesuai dengan undang-undang-undang yang berlaku. Prabowo menyampaikan Pasal 33 UUD 1945 sudah menjelaskan bahwa bumi, air, dan semua kekayaan yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

"Apa yang kurang jelas? Yang tidak paham keluar aja dari jabatan. Segera mengundurkan diri," tutur Prabowo.


Prabowo Umumkan Indonesia Resmi Capai Swasembada Beras, Lebih Cepat dari Target

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Indonesia resmi mencapai swasembada beras tahun 2025. Hal ini disampaikan Prabowo saat panen raya di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (7/1/2026).

"Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada pagi hari ini, hari Rabu, 7 Januari 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden RI, dengan ini mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia," kata Prabowo, Rabu (7/1/2026).

Dia awalnya menargetkan swasembada pangan tercapai dalam waktu empat tahun. Namun, Prabowo menyebut Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam kurun satu tahun, lebih cepat dari target yang ditetapkannya.

"Satu tahun kita sudah swasembada, satu tahun kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri, satu tahun kita tidak tergantung bangsa-bangsa lain," ucap dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengaku senang Indonesia resmi mencapai swasembada beras pada 31 Desember 2025. Prabowo menyampaikan cadangan beras di gudang-gudang pemerintah tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, melampaui era Presiden kedua RI Soeharto.

"Alhamdulillah, Desember 31 tahun 2025, waktu 24.00 bisa kita dengan resmi mengatakan di tahun 2025, Republik Indonesia swasembada beras dan saya juga cukup merasa besar hati, bangga bahwa hari ini cadangan beras kita di gudang-gudang pemerintah Indonesia adalah yang tertinggi selama sejarah berdirinya Republik Indonesia pernah di pemerintahan Presiden Soeharto," kata Prabowo dalam taklimat awal tahun bersama anggota kabinet merah putih di Hambalang, Jawa Barat, Selasa 6 Januari 2026.

Target Cepat Terwujud

Prabowo awalnya menargetkan Indonesia mencapai swasembada beras dalam kurun 4 tahun, namun ternyata bisa teralisasi dalam waktu 1 tahun pemerintahannya. Bahkan, kata dia, cadangan beras nasional saat ini mencapai 3 juta ton.

"Kita di puncaknya pernah punya cadangan beras di gudang pemerintah 2 juta ton, hari ini cadangan beras kita di gudang pemerintah lebih dari 3 juta ton tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia," ucap Prabowo.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan kerja keras semua pihak. Prabowo menekankan pentingnya swasembada beras di tengah konflik dan perang di berbagai negara sehingga Indonesia memiliki sumber pangan sendiri.

"Kalau kita tidak swasembada beras, di tengah konflik dimana-mana, di tengah perang dimana-mana sumber impor beras kita tadinya adalah Thailand, dan Kamboja, dan Vietnam sekarang Thailand sama Komboja perang terus setelah perang, negosiasi, senjata-senjata, damai, meletus lagi" tutur Prabowo.

Dengan tercapainya swasembada beras, Indonesia tidak perlu bergantung dengan negara lain. Setelah beras, Prabowo juga mendorong Indonesia mencapai swasembada energi.

"Dalam keadaan seperti itu, bayangkan amankah kita tergantung impor dari negara yang konflik salah satu sumber makanan kita juga dari India, India perang sama Pakistan saudara-saudara," ujar dia.

"Kita juga pernah mengalami covid, semua negara pengekspor makanan menutup kita tidak bisa import walaupun kita punya uang dan import berarti devisa kita keluar. Jadi saudara-saudara, pangan dan energi harus kita mandiri, harus kita mandiri," sambung Prabowo.

Laporan : Suryana

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " MEDIA INDONESIA ASIA " "