Notification

×

Iklan

Translate

Iklan

Translate

Anggota DPR Desak Israel Dikeluarkan dari Board of Peace Usai Bantai Pengungsi Gaza

Minggu, 01 Februari 2026 | 5:05:00 PM WIB Last Updated 2026-02-01T09:05:23Z

MEDIAINDONESIA.asia, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syamsu Rizal mengecam keras serangan mematikan yang dilancarkan Israel ke Kamp Pengungsi Ghaith, Al-Mawasi, Khan Younis, Jalur Gaza pada Sabtu 31 Januari 202. Serangan tersebut menyebabkan puluhan warga Palestina syahid.

Syamsu Rizal menilai serangan itu sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan yang terang-terangan dan tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun."Ini adalah serangan biadab yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan merusak gencatan senjata. Dunia internasional tidak boleh diam,” kata Syamsu dalam keterangannya, Minggu (1/2/2026).

Ia menyoroti fakta bahwa serangan tersebut terjadi tak lama setelah deklarasi pembentukan Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Menurutnya, aksi Israel justru menghancurkan kredibilitas lembaga perdamaian yang baru dibentuk itu.



"Serangan ini merusak gencatan senjata sekaligus mencoreng citra Board of Peace. Israel jelas tidak layak menjadi anggota Dewan Perdamaian,” ujarnya.

Syamsu menegaskan bahwa Israel harus dikeluarkan dari BoP, karena sebagai negara penjajah yang terus-menerus membunuh rakyat Gaza, Israel tidak pantas duduk dalam forum yang mengatasnamakan perdamaian.

"Jika Israel tetap menjadi anggota BoP, maka organisasi ini hanya akan dijadikan alat untuk melegitimasi pembunuhan warga Gaza dan pengusiran rakyat Palestina dari tanahnya sendiri," ucap dia.

Ia juga mengingatkan, dengan dalih menyerang Hamas, Israel akan terus membombardir Gaza secara membabi buta. Hamas selalu dijadikan alasan, padahal yang menjadi korban adalah rakyat sipil—anak-anak, perempuan, dan pengungsi.

 Syamsu juga menyoroti iuran keanggotaan BoP sebesar 1 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp16,7 triliun yang akan dibayarkan Indonesia. Ia menyatakan kekhawatirannya dana tersebut justru digunakan untuk mendukung aksi militer Israel.

"Saya khawatir uang iuran itu dipakai untuk membunuh warga Gaza dengan dalih melucuti senjata Hamas. Padahal Hamas adalah pasukan yang membela rakyat Gaza dari kezaliman Israel," terang dia.

Untuk itu, Deng Ical mendesak Pemerintah Indonesia agar bersikap tegas sebagai bagian dari BoP. Pemerintah Indonesia harus lantang mengkritik dan mengutuk aksi biadab Israel.

"Indonesia tidak boleh terjebak dalam forum perdamaian yang justru dipakai untuk melegitimasi penjajahan dan pembantaian," pungkas Syamsu.

Sebelumnya, sedikitnya 32 warga Palestina tewas akibat gelombang serangan udara Israel yang menghantam Jalur Gaza pada Sabtu (31/1/29026), menurut otoritas setempat. Korban tewas dilaporkan termasuk perempuan dan anak-anak.

Badan pertahanan sipil Gaza, yang dikelola Hamas, menyebut salah satu serangan menghantam tenda pengungsian di Khan Younis, Gaza selatan, setelah ditembak oleh helikopter tempur Israel. Sejumlah keluarga pengungsi dilaporkan menjadi korban dalam serangan tersebut.

Laporan : Mirna

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

TRANDING MIA INDONESIA

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update