MEDIAINDONESIA.asia, BALI - Dua ton ikan red devil berhasil ditangkap dari perairan Danau Batur, Bangli, Bali. Ikan invasif ini dinilai mengancam kelestarian biota endemik dan merugikan nelayan lokal karena memangsa anak ikan asli Danau Batur. Ikan hasil tangkapan itu akan diolah menjadi tepung.
"Setelah ini diketahui oleh masyarakat, oleh kelompok-kelompok nelayan lain, sehingga mereka menjadi tertarik. Oh, kalau kita tangkap ikan red devil, sudah ada yang beli, sudah ada yang menyalurkan," kata Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Bangli I Wayan Sarma. Sabtu (14/2/2026). Penangkapan dilakukan sebagai upaya mengendalikan populasi ikan, dan hasil tangkapan dikirim ke Pengambengan, Jembrana, untuk diolah menjadi tepung ikan.
Ke depan, ditargetkan pengiriman hingga lima ton per minggu agar populasi red devil terus berkurang dan ekosistem danau tetap terjaga.
"Sehingga masyarakat menjadi tergerak untuk bersama-sama melakukan pengendalian terhadap ikan red devil yang notabene bersebab invasif ini," lanjutnya.
Sementara itu, pembudidaya ikan di Danau Batur, I Gede Sagita mengakui invasi red devil menyebabkan budidaya ikan tidak bisa berkembang.
"Sudah sangat invasif sekali. Banyak ikan-ikan lokal yang sudah tidak bisa berkembang, karena waktu masih kecil, waktu bibit ini sudah dimakan oleh ikan red devil," ucapnya.
Laporan : Budi
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

