MEDIAINDONESIA.ASIA, SUKABUMI - Kondisi infrastruktur di Kabupaten Sukabumi kembali menjadi sorotan tajam. Kali ini, warga Desa Ambarjaya, Kecamatan Ciambar, terpaksa harus turun tangan sendiri memperbaiki jalan kabupaten yang rusak parah, demi mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa.
Jalan Babakan Sawah - Purwasari yang membentang sepanjang 2,5 kilometer ini dilaporkan dalam kondisi memprihatinkan.
Lubang-lubang besar yang tertutup genangan air hujan sering kali menjadi jebakan maut bagi pengguna jalan. Padahal, jalur ini merupakan urat nadi vital yang menghubungkan dua kecamatan sekaligus, yakni Ciambar dan Cicurug.
Kepala Desa Ambarjaya, Eman Suherman, mengungkapkan keprihatinannya atas pembiaran yang terjadi selama bertahun-tahun. Menurutnya, pemeliharaan terakhir dari pemerintah daerah dilakukan hampir sewindu yang lalu.
"Jalan ini statusnya jalan milik Kabupaten Sukabumi. Terakhir itu 2018 ada perbaikan, namun sampai 2026 sekarang jalan ini dibiarkan rusak," tutur Eman, Kamis (19/2/2026).
Pihak desa mengaku tidak tinggal diam menghadapi kondisi ini. Berbagai upaya birokrasi, mulai dari pengajuan langsung ke dinas terkait hingga pembahasan rutin dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan, telah dilakukan setiap tahun. Namun, hingga kini aspirasi tersebut tak kunjung membuahkan hasil nyata.
Warga Patungan Beli Semen
Dampak dari kerusakan jalan ini bukan sekadar menghambat perjalanan, melainkan telah memakan korban luka.
Lubang yang dalam dan lebar kerap menyebabkan pengendara sepeda motor terjatuh, terutama saat kondisi cuaca hujan yang menutupi pandangan.
Karena respons dari pemerintah tak kunjung datang, warga akhirnya berinisiatif melakukan perbaikan mandiri dengan alat dan bahan seadanya.
"Sering banget terjadi kecelakaan di sini. Kami tidak tinggal diam, sejak tahun 2020 hingga saat ini, kami bersama masyarakat patungan untuk beli semen menambal jalan seadanya saja. Namun, saat hujan turun lagi ya rusak lagi," ungkap Eman.
Jalan ini memiliki peran sentral bagi masyarakat Ambarjaya. Selain sebagai akses utama menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, jalur ini digunakan warga untuk mendistribusikan hasil bumi ke pasar.
“Tanpa perbaikan permanen, keselamatan warga dan roda ekonomi desa terus berada dalam ancaman,” sambung dia.
Liputan : Suryana
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini


