MEDIAINDONESIA.asia, NTT - Peristiwa meninggalnya bocah SD berinisial YBR yang bunuh diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan kenangan menyayat hati. Selain didera kemiskinan, si anak juga kurang mendapatkan kasih sayang orang tua.
Sang nenek bercerita, sejak berusia 1 tahun 7 bulan, YBR tak lagi tinggal bersama sang ibu kandung. Dengan keadaan secukupnya, anak itu diasuh di pondok sederhana berdinding bambu beratapkan seng.
Ibu si bocah SD tinggal bersama empat anaknya yang lebih tua di kampung, dengan kesulitan hidup serupa. Sedangkan sang ayah dikabarkan telah meninggal dunia.
Rumah dinding bambu seakan menjadi saksi bisu perjalanan hidup si bocah SD, hingga wafat. Sehari-hari, selain bersekolah, YBR kerap membantu neneknya menjual sayur, ubi dan kayu bakar.
Untuk makan, mereka mengandalkan hasil kebun seadanya, dengan pisang dan ubi menjadi menu yang paling sering.
“Anaknya pendiam, tidak pernah melawan," ungkap nenek si bocah SD, Kamis (5/2/2026).
Nenek kembali mengenang, YBR tak pernah sekalipun menunjukkan perilaku aneh. Keluhannya hanya sederhana, buku tulis dan pena untuk sekolah.
Cerita Sang Ibu Kandung
Ibu kandung YBR, Maria Goreti Te’a (47) menceritakan, pagi itu YBR mengeluh pusing dan enggan berangkat ke sekolah. Namun karena khawatir ia tertinggal pelajaran, sang ibu tetap mendorongnya masuk sekolah dan mengantar dengan ojek.
"Siang harinya, kabar duka itu datang. Saya kaget," katanya.
Ia menyebut tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya.
"Malamnya dia tidur di rumah dengan saya. Dia cuma minta beli buku dan pena," tandasnya.
Liputan : Wulan
Editor : Lisa
KONTAK BANTUAN
Bunuh diri bukan
jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali
menghimpit. Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang
mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri,
sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan
(Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.
Bisa juga mengunduh
aplikasi Sahabatku:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.icreativelabs.sahabatku
Atau hubungi Call
Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan,
permintaan, dan saran masyarakat.
Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) kontak@kemkes.go.id.
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

