MEDIAINDONESIA.asia, LAMPUNG - Tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Lampung menangkap pria bertopeng yang membacok pasangan suami istri (pasutri) lanjut usia pemilik toko kelontong di Kabupaten Lampung Selatan.
Pelaku diketahui bernama Antonius Bambang Gumelar (33), buruh serabutan warga Dusun Banjar Sari, Desa Sidomulyo. Ia ditangkap pada Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 06.30 WIB di sebuah gardu di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Kabupaten Lampung Selatan. Kasatreskrim Polres Lampung Selatan AKP Noviarif Kurniawan mengatakan, pelaku diamankan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan sejak menerima laporan penganiayaan tersebut.
“Pelaku sudah kami amankan dan saat diinterogasi mengakui telah melakukan pembacokan terhadap korban Rohimah dan M. Fajeri di Desa Sidomulyo,” kata Noviarif, Sabtu (14/2/2026).
Peristiwa penganiayaan itu terjadi di sebuah rumah toko (ruko) di Dusun Katibung I, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Saat kejadian, kedua korban tengah menjaga toko kelontong milik mereka.
Pelaku yang mengenakan pakaian serba hitam dan menutup wajahnya diduga menyerang korban menggunakan sebilah golok. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka serius di bagian lengan dan paha hingga nyaris putus dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Kronologi Penangkapan
Noviarif menjelaskan, pengungkapan kasus bermula saat polisi menerima laporan pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Kanit Reskrim bersama tim Tekab 308 Polres Lampung Selatan dan Tekab 308 Polda Lampung langsung melakukan penyelidikan.
Keesokan harinya, Kapolsek Sidomulyo menerima informasi dari warga mengenai seorang pria mencurigakan yang berjalan kaki sambil membawa barang di wilayah Desa Sidowaluyo, Kecamatan Sidomulyo. Petugas kemudian melakukan pengecekan dan penyisiran hingga ke Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji.
Di sebuah gardu di Desa Balinuraga, polisi mendapati seorang pria yang sesuai dengan ciri-ciri dimaksud dan langsung mengamankannya. Saat diinterogasi, pria tersebut mengakui telah membacok kedua korban.
Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu bilah golok beserta sarung warna cokelat yang terdapat bercak darah, kain penutup wajah warna hitam, tas pinggang hitam, topi hitam, satu unit telepon genggam, serta jaket hitam yang diduga digunakan saat beraksi.
“Dari keterangan sementara, tersangka mengaku sakit hati karena sempat ditegur korban. Namun motif ini masih kami dalami,” ujar Noviarif.
Saat ini, Antonius telah diamankan di Polsek Sidomulyo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Sidomulyo Aipda Wahyu mengungkapkan pelaku sakit hati ditatap korban, usai menyenggol sangkar burung yang dijual korban.
“Setelah kami lakukan pemeriksaan, motifnya karena pelaku sakit hati. Sebelumnya pelaku pernah bekerja di toko bangunan di depan toko korban, namun sudah dikeluarkan,” kata Wahyu.
Beberapa hari sebelum kejadian, saat masih bekerja di toko bangunan tersebut, pelaku sempat berbelanja galon air minum di toko korban.
"Saat itu, tersangka tidak sengaja menyenggol sangkar burung yang dijual korban. Korban kemudian melihat ke arah pelaku, yang merasa tersinggung dengan tatapan tersebut," ungkapnya.
Rasa tersinggung itu dipendam hingga akhirnya pelaku mendatangi toko korban dengan mengenakan topeng. Ia berpura-pura menawar golok yang dijual di toko tersebut.
"Saat korban lengah, pelaku langsung mengambil golok yang memang dijual di toko itu dan membacok Rohimah di bagian kaki. Melihat istrinya diserang, M Fajeri berusaha menolong, namun pelaku kembali mengayunkan golok hingga melukai tangan kanan korban," tuturnya.
Kronologi Pembacokan
Sebelumnya diberitakan, seorang pria bertopeng membacok pasangan suami istri (pasutri) pemilik toko kelontong hingga tangan dan paha korban nyaris putus.
Aksi penganiayaan menggunakan golok ini terjadi di sebuah rumah toko (ruko) di Dusun Katibung I, Desa Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (11/2/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.
Korban bernama M Fajeri (64) dan istrinya, Rohimah (49), sehari-hari berjualan dan tinggal di ruko tersebut. Kapolsek Sidomulyo, AKP Peri Setiawan menjelaskan, pelaku datang seorang diri dengan mengenakan pakaian serba hitam dan menutup wajahnya.
Pelaku sempat berpura-pura menjadi pembeli dengan menanyakan harga golok yang dijual korban.
“Pelaku sempat menanyakan harga golok kepada korban. Namun secara tiba-tiba pelaku langsung membacok korban M Fajeri menggunakan golok tersebut pada bagian tangan kanan,” kata Peri, Jumat (13/2/2026).
Rohimah yang melihat suaminya diserang berupaya memberikan pertolongan. Nahas, pelaku kembali mengayunkan senjata tajam ke arah Rohimah.
“Saat istri korban mencoba menolong, pelaku kembali melakukan pembacokan hingga korban mengalami luka serius,” jelasnya.
Teriakan korban mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah saksi bergegas datang untuk membantu, sementara pelaku melarikan diri ke arah seberang jalan.
Akibat kejadian itu, M Fajeri mengalami luka sabetan di tangan kanan hingga nyaris putus. Sementara Rohimah menderita luka di lengan kanan serta paha kiri yang cukup parah. Keduanya kini menjalani perawatan medis di RS Bob Bazar Kalianda.
Polisi memastikan tidak ada barang milik korban yang hilang. Hingga kini, aparat masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami sedang mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti di lapangan untuk mengungkap identitas pelaku,” ucapnya.
Kepala Dusun Katibung 2, Asep menuturkan, pelaku diduga sempat berpura-pura menjadi pembeli sebelum melakukan penyerangan.
“Tidak ada barang yang diambil. Pelaku langsung kabur setelah membacok dan saat ini masih dicari,” katanya.
Laporan : Subari
Editor : Lisa
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

