Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Dedi Mulyadi Kecam Penyerangan Andrie Yunus: Ini Upaya Percobaan Pembunuhan!

Senin, 16 Maret 2026 | 2:02:00 PM WIB Last Updated 2026-03-16T06:02:48Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, JABAR - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut mengomentari kasus penyiraman air keras yang dialami Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Dedi Mulyadi mengecam aksi penyerangan tersebut atas motif apapun.

Dia berharap tidak pernah terjadi kejadian serupa di Jawa Barat. Apa yang dialami Andrie Yunus disebut sebagai upaya percobaan pembunuhan.

“Sebagai warga Jawa Barat kita berharap terbebas dari berbagai teror intimidatif, upaya menghilangkan nyawa orang lain, membuat cacat orang lain dengan tujuan tertentu dan kepentingan tertentu sebagaimana yang dialami oleh saudara kita bang Andrie Yunus dari KontraS,” kata Dedi Mulyadi lewat pernyataannya, Senin (16/3/2026).

Setiap pihak, katanya, harus menjunjung tinggi supremasi hukum di negara ini. Dedi yakin pihak kepolisian akan bisa mengungkap kasus tersebut, tidak berhenti menangkap pelaku tetapi juga mengungkap siapa otak dibalik serangan tersebut.

“Kita harus senantiasa menjunjung tinggi supremasi hukum dan saya meyakini pelaku penyerangan dan siapa yang menyuruhnya akan diungkap oleh Kepolisian Republik Indonesia,” katanya.

“Semoga kita semua bisa hidup saling menghargai, saling menghormati di alam demokrasi yang terbuka seperti Indonesia,” katanya.

 

Tingkat Penyidikan

Saat ini, Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan.

Polisi menyebut ada indikasi perbuatan pidana yakni terkait 467 ayat 2 KUHP dan Pasal 468 ayat 1 KUHP. Terkait pelaku, Roby menyatakan pihaknya masih mengidentifikasi pelaku penyiraman air keras tersebut.

"Sudah (naik penyidikan)," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra saat dikonfirmasi, Minggu (15/3/2026).

"(Pelaku) masih kita identifikasi," lanjut dia.

Sementara itu, terkait foto diduga dua pelaku mengendarai motor yang beredar di media sosial, Roby memastikan foto tersebut adalah hasil edit AI.

“Itu AI. Malah mendistract ciri-ciri pelaku sebenarnya,” ungkapnya.

Laporan : Suryana

Editor : Riska

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------


Untuk Streaming MEDIA INDONESIA ASIA klik gambar
TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" MEDIA INDONESIA ASIA "