MEDIAINDONESIA.ASIA, JAKARTA - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk terus hadir dan berpihak kepada masyarakat.
Untuk itu, setiap langkah dan kebijakan pemerintah dalam membangun bangsa selalu mengedepankan kepentingan rakyat.
"Seperti yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, pemerintah tidak akan membiarkan rakyatnya menghadapi kesulitan sendiri. Negara hadir, bekerja, dan berpihak kepada rakyat" jelas Teddy dikutip dari keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).
Menurut dia, komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat di Tanah Air. Hal tersebut mencakup percepatan pembangunan hingga peningkatan kesejahteraan sosial.
"Pemerintah terus memastikan bahwa kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke tingkat paling kecil-di desa, dusun, hingga dukuh," ujarnya.
"Melalui berbagai program percepatan pembangunan, pemerataan infrastruktur dan peningkatan kesejahteraan terus diupayakan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," sambung Teddy.
Teddy juga memaparkan sejumlah capaian nyata dari program-program pemerintah yang telah dijalankan selama satu setengah tahun pemerintahan Prabowo.
Dalam upaya mendukung sektor pendidikan, pemerintah telah membangun 218 jembatan gantung yang diselesaikan dalam kurun waktu 2,5 bulan guna memberikan akses yang aman bagi anak-anak menuju sekolah.
"Sehingga anak-anak kini dapat menyeberang sungai menuju sekolah dengan lebih aman tanpa harus melepas sepatu," ujar dia.
Perkuat Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Selain itu, pemerintah juga melakukan renovasi sejumlah sekolah dan fasilitas sanitasi di berbagai daerah di Tanah Air. Perbaikan ini dilakukan menciptakan lingkungan belajar yang layak dan sehat bagi para siswa.
"Renovasi lebih dari 16.000 sekolah dan toilet dalam satu tahun pertama pemerintahan, guna menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, sehat, dan aman bagi para siswa di berbagai daerah," jelas Teddy.
Tidak hanya mendorong pembangunan fasilitas fisik untuk membangun lingkungan pendidikan yang nyaman dan aman, Teddy menuturkan bahwa pemerintah juga berupaya membangun lingkungan digital yang aman dan sehat bagi anak melalui implementasi PP TUNAS (Tunggu Anak Siap).
Selain itu, pemerintah juga secara berkelanjutan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, diantaranya melalui program Gentengisasi serta berbagai upaya pemberdayaan masyarakat.
"Program Gentengisasi sebagai upaya memperkuat pelaku UMKM lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Panen raya udang di lahan seluas 200 hektare yang melibatkan warga binaan pemasyarakatan di Nusakambangan dan Kendal sebagai bentuk pemberdayaan dan pembinaan produktif," pungkasnya.
Lebih lanjut, pemerintah juga hadir dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat melalui berbagai dukungan, salah satunya di Aceh.
"Penguatan kehidupan sosial dan keagamaan, antara lain melalui penyaluran 70.000 Al-Qur’an serta dukungan 3.000 ekor sapi untuk tradisi Meugang di Aceh," ungkap Teddy.
Laporan : Mintra
Editor : Riska
Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

.jpeg)


