Notification

×

PSE

PDAM

Iklan 1

Selamat datang di Portal Mediaindonesia.asia, Berita hari ini, Informasi Untuk Masa Depan

Iklan

Translate

PSE

Ucapan Kaltara

Iklan1

Iklan

Translate

Gubernur Papua Mathius Fakhiri: Otonomi Daerah Jadi Pilar Pemerataan Pembangunan di Bumi Cenderawasih

Kamis, 30 April 2026 | 12:06:00 PM WIB Last Updated 2026-04-30T04:06:37Z

MEDIAINDONESIA.ASIA, PAPUA - Gubernur Papua Mathius D Fakhiri mengatakan komitmennya menjadikan otonomi daerah (otda) sebagai pilar utama dalam mendorong pemerataan pembangunan di wilayah dengan sebutan 'Bumi Cenderawasih' itu.

Mengusung tema "Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita," upacara berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Fakhiri membacakan amanat tertulis Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian.

"Selama tiga dekade, otonomi daerah telah menjadi instrumen penting untuk mempercepat pemerataan pembangunan, memperkuat pelayanan publik, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Fakhiri, Rabu (29/4/2026).

Dia menjelaskan, amanat Mendagri tersebut menyoroti enam langkah strategis yang harus dilakukan daerah, mulai dari integrasi perencanaan dan penganggaran, reformasi birokrasi berbasis hasil, penguatan kemandirian fiskal, kolaborasi antardaerah, fokus pada layanan dasar dan pengentasan ketimpangan, hingga penguatan stabilitas serta ketahanan daerah.

 

Sukseskan Agenda Strategis Nasional

Selain itu, kata Fakhiri, pemerintah daerah juga diminta untuk menyukseskan agenda strategis nasional. Agenda tersebut mencakup penguatan swasembada pangan dan energi, pengelolaan sumber daya air, pengembangan kewirausahaan, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penanganan stunting, hingga penguatan ekonomi lokal.

"Kemandirian fiskal, reformasi birokrasi, dan kolaborasi antardaerah merupakan pilar utama keberhasilan otonomi daerah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," sebut amanat Mendagri yang dibacakan oleh Gubernur Fakhiri.

Menyikapi arahan tersebut, Fakhiri menegaskan, semangat otonomi daerah harus menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan, khususnya di Tanah Papua.

"Otonomi daerah bukan sekadar pelimpahan kewenangan, tetapi ruang untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, memperkuat kemandirian daerah, dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua," terang dia.

Pentingnya Sinkronisai

Terkait tema peringatan tahun ini, Fakhiri menyebut sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah sebagai kunci utama. Menurutnya, dengan inovasi, kolaborasi lintas sektor, dan tata kelola yang baik, daerah akan mampu menjadi motor penggerak pembangunan nasional.

Dalam konteks lokal, momentum Hari Otda ini menjadi penegasan komitmen Pemerintah Provinsi Papua untuk memperkuat stabilitas daerah dan mendorong pembangunan yang merata hingga ke wilayah terpencil. Fakhiri menambahkan, Papua memiliki potensi besar yang harus terus dioptimalkan.

"Papua siap mengambil peran dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga stabilitas, dan menghadirkan pembangunan berkelanjutan yang berdampak langsung bagi masyarakat," tegasnya.

Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini diharapkan tidak hanya menjadi refleksi atas capaian desentralisasi di Indonesia, tetapi juga sebagai pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan adaptif menghadapi tantangan global, sejalan dengan visi mewujudkan Asta Cita dan kemajuan Indonesia.

Oleh : Wulan

Editor : Lisa

Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA setiap bertugas selalu dilengkapi dengan KTA dan SURAT TUGAS, Jika ada yang mengaku Wartawan MEDIA INDONESIA ASIA tanpa di lengkapi dengan KTA Pers dan SURAT TUGAS segera Laporkan  Ke Pihak Berwajib atau langsung hubungi Redaksi Klik di sini

----------------------------------------------------------------------------------------------------

TUTUP IKLAN
TUTUP IKLAN
×
Berita Terbaru Update
close
" " PT. MEDIA PERS INDONESIA " "